Korban KKB Papua Pura-pura Mati Akhirnya Selamat

0
16

PAPUA, Penacakarawala.com – Kisah korban selamat dari pembunuhan KKB Papua. Seorang pekerja PT Istaka Karya di Nduga, Papua bernama Jimmi Aritonang selamat dari pembantaian KKB Papua. Jimmi dan pekerja lainnya adalah pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Jimmi menceritakan kisahnya kepada Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi saat dia berhasil diselamatkan.

Semua berawal ketika seluruh PT Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja pada 1 Desember 2018. Para pekerja libur karena ada upacara peringatan yang diklaim sebagai HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPNOPM). Upacara tersebut memang dilaksanakan oleh kelompok KKB dan dimeriahkan bersama masyarakat. Tapi mendadak situasi berubah sekitar pukul 15.00 WIT, kelompok KKB mendatangai Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan berjumlah 25 orang keluar.

Secara paksa, seluruh pekerja digiring dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar orang KKB bersenjata militer. Pada tanggal 2 Desember 2018, dengan berjalan kaki, mereka menuju bukit pucak Kabo. Lalu dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok. “Tidak lama kemudian para KKB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua, ” kata Aidi.

“Kemudian secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat dan sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,” katanya. Setelah yakin para pekerja sudah tewas, mereka pun meninggalkan para korban begitu saja. Tanpa orang KKB itu tidak tahu bahwa ada 11 orang pekerja yang pura-pura mati. Mereka pun berusaha bangkit kembali untuk melarikan diri.

Sayangnya, beberapa dari mereka belum beruntung. Ketika ingin melarikan diri, mereka terlihat anggota KKB dan dikejar. Akibatnya 5 pekerja yang ditangkap dan dibunuh di tempat oleh anggota KKB. Sementara 6 lainnya berhasil melarikan diri ke arah Mbua. “2 orang di antaranya belum ditemukan. Sedangkan 4 orang diantaranya, termasuk saksi Jimmy Aritonang, selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,

”ungkapnya. Jimmi dan saksi lainnya berhasil dievakuasi dan diantar ke Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua. Terus dikejar Pada tanggal 3 Desember sekitar pukul 05.00, Jimmi dan saksi lainnya yang telah diamankan TNI mendadak diserang lagi oleh KKB. Tak hanya menggunakan senjata militer, mereka juga menggunakan panah dan tombak.

“Rupanya mereka tetap melakukan pengejaran. Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos. Sehingga salah seorang anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko membuka jendela, tertembak dan meninggal dunia,” tutur ujar Aidi. Pertempuran itu cukup panas. Antara pukul 05.00 WIT hingga 21.00 WIT. Bahkan sempat terjadi adu tembakan. Sayangnya kondisi tidak menguntungkan bagi TNI.

Sehingga Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan. Tapi kondisi membaik pada 4 Desember 2018. Karena Satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta dilakukan evakuasi terhadap korban. Menurut pengakuan Jimmi, korban yang tewas di lereng bukit
puncak Kabo mencapai 19 orang.

Sumber:Tribunlampung.co.id
Editor:Muhammad Daffa