Kisah Pendakwah yang Nyaris Dipukul Massa Usai Bagi Permen

0
433

pendakwah_663_382Buanainformasi.com – Sinar mentari ramah menyapa warga Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Di kejauhan terlihat tiga pria berperawakan timur tengah lengkap dengan jubah serba putih berjalan perlahan di antara tepian jalan di Desa Lite.

Dari cara berjalan dan berbicara, dapat dipastikan ketiga pria itu bukan penduduk lokal dan bukan juga warga Indonesia. Di tangannya melingkar satu untai tasbih berwarna hitam yang tak pernah henti seiring gerakan bibir mereka tak henti mewirid asma Allah.

Tanpa disadari, di belakang ketiga pria itu, empat sampai enam anak-anak kecil berlarian sambil memunguti permen-permen yang sengaja dibagi-bagi salah satu dari ketiga pria itu dengan cara melemparkannya.

Semua pemandangan itu ternyata menarik perhatian para warga setempat. Satu pertanyaan yang terbersit di benak para warga saat itu adalah, siapa tiga pria berpakaian ala orang Timur Tengah yang membuang permen di jalanan?

Sebelum pertanyaan itu terjawab dan sebelum ada yang mampu menjawab, tiba-tiba dari arah belakang ketiga pria misterius itu berlarian puluhan warga.

“Tangkap mereka!” Puluhan orang itu memerintahkan sesama warga untuk menghadang laju ketiga pria itu.

Suasana desa yang tadinya hening dan damai itu pun mendadak riuh dan gaduh, puluhan pria terlihat berusaha menarik ketiga pria dan berusaha memeriksa ketiganya.

Di tengah kegaduhan itu, muncul dua pria yang dikenal sebagai warga setempat. Kedua pria yang baru datang itu berusaha meyakinkan warga yang sudah tersulut api emosi dengan mengatakan ketiga laki-laki itu adalah teman mereka.

“Sudah, tahan dulu. Mereka itu teman kami, sedang menuju masjid-masjid untuk dakwah,” ujar Abdul Malawe, salah satu dari dua pria asal Desa Lite itu.

Namun, seruan itu tidak dapat meredam situasi sampai akhirnya ketiga pria yang belakangan diketahui berkebangsaan Bangladesh itu diamankan ke Polsek Adonara Tengah.

Di polsek itu, ketiga pria Bangladesh dan dua temannya diperiksa dan diberikan sejumlah pertanyaan oleh anggota polsek setempat.

Semua barang bawaan serta dokumen ketiganya diperiksa, kita akan selidiki apakah mereka berniat tidak baik di Adonara,” kata Kasubag Humas Polres Flores Timur, Iptu Erna Romakia, Senin 16 Maret 2015.

Dalam pemeriksaan polisi, Abdul Malawe menuturkan, mereka adalah jamaah tablig yang terbiasa berdakwah dengan cara berjalan kaki berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lain di seluruh dunia.

“Kami bukan ISIS. Kami hanya ingin dakwah,” kata Malawe.

Semua pengakuan kelimanya masih didalami polisi, agar tidak terjadi aksi massa lanjutan, kelimanya diamankan sementara di Polsek Adonara Tengah. (sumber : Viva.co.id)