Kisah Janda Cantik Tewas Menggunakan Celana Dalam

0
705

tari-arizona_663_382Buanainformasi.com – Tim Kejahatan dan Kekerasan Reskrim Polresta Pontianak membekuk tersangka pembunuhan Tari Ariezona, janda cantik yang bekerja di bagian Sub Kepaniteraan Bagian Pidana di Pengadilan Tinggi Pontianak tersebut.

Adalah Suhardi alias Rudi sang pelaku pembunuhan sadis itu. Usianya 22 tahun. Ia merupakan warga Kampung Padang, Kabupaten Ketapang.

Menurut Kapolresta Pontianak, Komisaris Besar Polisi Raden Heru Prakoso, tersangka mengakui telah membunuh korban.

“Hasil interogasi, tersangka mengakui membunuh korban (Tari). Tadi saya tanya, ia melakukanya sendiri,” kata Raden Heru Prakoso.

Heru menjelaskan, hingga kini belum mengetahui motif apa pelaku membunuh korban. “Motifnya belum tahu.  Kita akan dalami, setelah dilalukan pemeriksaan,” katanya.

Ia menjelaskan, usai tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban sampai meninggal dunia, pelaku langsung kabur.

“Langsung lari pakai motor korban ke Sanggau, dan Ketapang. Dalam perjalanan ada singgah, tersangka membeli baju. Dia ganti baju di jembatan Sungai Ambawang. Setelah itu lanjut ke Sanggau,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, pembunuhan itu terjadi saat korban sedang tidur. Korban ketika itu marah dengan pelaku, dan terjadi perkelahian. “Korban kalah. Hari ini tersangka rencananya ke Jawa, beruntung belum berangkat. Mungkin sulit kalau dia ke Jawa,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Heru, pelaku  sudah menjadi tersangka penggelapan motor milik korban Tari Ariezona. “Tersangka dikenai pasal 372 tentang penggelapan. Sesuai pengakuan tersangka Karena tersangka mau mengantar sepeda motor korban pada tanggal 10 Maret yang sampai sekarang tidak dikembalikan dengan korban,” jelasnya.

Pengakuan pelaku

Tersangka Suhardi alias Rudi menceritakan awal mula peristiwa berdarah itu. Dia datang ke rumah janda cantik tersebut, kemudian langsung membunuhnya.

“Saya pakai kayu membunuh dia. Saya ditampar sama korban sekali ke pipi. Dia marah saya karena saya masuk kamar dia tanpa izin. Saya baru kenal dia. Saya nggak naksir dia. Korban hanya pakai celana dalam saja,” kata Rudi.

Usai membunuh Tari, pelaku mengambil uang serta harta benda lainnya untuk ongkos melarikan diri.

“Dia masih hidup saat saya tinggalkan, napasnya masih ada. Posisi korban berbujur. Jadi saya dapatkan kayu karena di tangga rumah korban ada kayu, saya pergunakan kayu itu. Dia ada bilang ke saya, kurang ajar,” lanjutnya.

Sebelumnya, warga Pontianak, Kalimantan Barat, geger lantaran ditemukan mayat janda cantik pada Rabu pagi, 11 Maret 2015. Belakangan diketahui, mayat yang dibunuh tragis itu Tari Ariezona, pegawai di Pengadilan Tinggi Kalimantan Barat.

Pembunuhan terhadap Tari yang baru berusia 25 itu terjadi di rumahnya di Jalan Tani Makmur, Pontianak Selatan. Tari ditemukan pukul 07.24, dalam keadaan tangan terikat, mulut dilakban, serta tidak berbusana. Posisinya telungkup dan di bagian belakang kepala berlumuran darah.

Keseharian, Tari bekerja di bagian Sub Paniteraan Bagian Pidana. Tempat kantornya bekerja di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak. (sumber : Viva.co.id)