Ketua LMP Angkat Bicara Terkait Dugaan Mark Up Dua Pembangunan UPTD Senilai Rp 1,6 M

0
642

Lampung Utara, buanainformasi.com – Terkait dugaan mark up pembangunan dua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di Bukit Kemuning dan Sungkai Barat di dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Lampung Utara pada tahun 2016 yang lalu, yang diduga mengahabiskan dana Rp1,6 Miliar melebihi dari sumber dana APBD 2016 tersebut.

Ketua ormas Laskar Merah Putih (LMP) Lampura Chandra Guna, SH angkat bicara tentang pemberitaan mengenai dugaan Mark Up pembangunan dua UPTD di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tersebut saat dihubungi buanainformasi.com melalui telepon.

“Berkaitan hasil temuan dari rekan2 atau dari media buanainformasi.com ya saya pikirkan yang sudah menjadi temuan ya langsung di tindak lanjuti aja ke aparat penegak hukum,” tegas nya, Selasa (27/2).

Chandra menambahkan, memang harus ada contoh yang timbul kepermukaan, kalau sampai dugaan itu memang benar adanya. Sedangkan, hingga sekarang belum ada yang namanya dugaan seperti ini yang masuk dalam penjara.Hal ini harus diberi contoh dahulu kalau itu memang merupakan temuan yang kongkrit yang ada penyimpangan nya itu.

“Jangan kita tutupin kalo itu sudah jelas dan terang dan dimana letak mark up nya itu,” Ujarnya.

Sementara itu, Dicky Kasi Intel Kejaksaan negeri (kejari) Kotabumi Lampung Utara saat di konfirmasi buanainformasi.com tgl 27/02/18 mengenai pemberitaan dugaan markup di tubuh instansi terkait, dirinya selaku kasi intel kejaksaan negeri (kejari) kotabumi lampung utara belum dapat memberikan komentar dan tanggapan tentang pemberitaan ini karna dia baru tahu ada pemberitaan ini, namun semua akan kami pelajari, pungkasnya. (gian)