Kepala BPN : Setiap Penggilingan Padi yang Memproduksi Beras Bermerk Wajib Miliki Sertifikat Registrasi

0
360

Lampung Selatan, buanainformasi.com – Setiap penggilingan padi yang memproduksi menjadi beras bermerek atau dalam bentuk kemasan wajib memiliki registrasi produk beras.

Hal itu, mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Mentan) RI No.31 tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras.

“Dari PP Mentan No.31 tersebut, untuk penerapan di Kabupaten Lampung Selatan penggilingan beras semuanya belum teregistrasi. Oleh karena itu, mulai tahun 2019 semua penggilingan beras mesti teregstrasi semua,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BPN) Lamsel, Yansen Mulia ketika ditemui di perkantoran bupati, Senin (2/4).

Tujuan dari penerapan PP Mentan itu, dijelaskan Yansen, sebagai bentuk perlindungan konsumen. Dimana beras sudah ditetapkan sebagai barang bahan kebutuhan pokok penting hasil pertanian.

 

“Untuk menjamin mutu beras yang dihasilkan itu, maka setiap penggilingan diperlukan registrasi yang mencantumkan klasifikasi beras medium atau beras premium,” jelas dia.

Diregistrasi itu, lanjut dia jika beras yang dihasilkan akan diketahui komponen mutu yang dicantumkan seperti komponen derajat sosoh, kadar air, beras kepala, butir patah, butir gabah dan dan benda lain-lain.

“Nah, dalam registrasi itulah maka konsumen dapat mengetahui dari mutu terjamin atau tidaknya dari beras yang dihasilkan,” ujar dia.

Rencana untuk registrasi itu, ditambahkan dia sudah diuji coba dan disosialisasikan di salah satu penggilingan beras di Kecamatan Candipura.

“Secara bertahap nanti, semua penggilingan beras di Kabupaten Lampung Selatan wajib memiliki sertifikat label teregestrasi. Tujuannya tidak lain, agar penggilingan produksi beras yang dihasilkan dapat terjamin mutu yang sesuai dengan PP Mentan No.31 tahun 2017,” kata dia.(*)