Kemarau Rugikan Petani Karet

0
865

Way Kanan, buanainformasi.com- Akibat kemarau ribuan hektare kebun karet di seluruh kecamatan di kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung di landa musim gugur dan berdampak pada penurunuhan produksi getah karet hingga 50 persen lebih, selain harga karet yang cukup murah dan setiap pekan terus menurun membuat para petani karet ini hanya dan dapat mengeluh dan tidak bisa berbuat apa-apa, Kamis (24/9/2015)

Biasanya sungai – sungai buatan yang ada di sekitar perkebunan karet ini digunakan oleh warga kabupaten Way Kanan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman karet, namun sejak kemarau ini telah membuat sungai tersebut kering dan tak dapat berfungsi, akibatnya ribuan hektare kebun karet yang ada di seluruh kecamatan di kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mengalami trek atau musim gugur, daun tanaman karet layu menguning dan rontok, tak hanya itu bahkan saat ini sudah ada beberapa batang karet mengalami kematian, untuk dapat normal kembali tanaman butuhwaktu 3 bulan agar daun kemabli semi.

Kondisi ini membuat para petani hanya dapat mengeluh sebab musim pergatian daun berdampak pada produksi getah karet yang terus penurunan hingga 50 persen lebih, petani pun tak dapat berbuat banyak dan tetap melakukan aktifitas seperti biasanya, biasanya dalam satu hektare kebun karet mampu menghasilkan 4 hingga 5 kwintal getah per bulan  namun sejak kemarau ini hanya mampu maksimal 1,5 kwintal per bulan.

Tak hanya itu  keadaan petani semakin diperburuk dengan harga karet yang dianggap murah dan jauh dari standar  yaitu 8 ribu rupaih per kilo, namun bagi petani yang tidak memiliki kelompok tani hanya di hargai 5 ribu rupiah per kilo, padahal di tahun 2014 kemarin harga karet mencapai 20 ribu lebih per kilo gram, para petani karet juga terus dihantui rasa kawatir sebab setiap pekan harga karetterus turn dari 2 ratus hingga 5 ratus rupiah per kilo.

Para petani berharap agar Pemerintah segera menstabilkan harga karet, anjloknya harga karet dan penurunan produksi getah juga membuat sebagian warga merantau kota besar untuk menutupi kebutuhan keluarga, petani berharap agar pemerintah segera menstabilkan harga karet yang terus anjlok.(Basri)