Kades Negara Batin Ditangkap, Polsek Jabung Diserbu Massa

0
328

Lampung Timur, buanainformasi.com – Isu penangkapan Mansyur Syah, Kepala Desa Negara Batin, Lampung Timur, berbuntut panjang. Lebih dari 500 warga mengepung Polsek Jabung dan PT Austasia Stockfeed Jabung, Sabtu (17/3) malam.

Penyebab ditangkapnya Mansyursyah, Kepala Desa (Kades) Negara Batin oleh Polsek Jabung, Lampung Timur lantaran telah ditetapkan sebagai tersangka atas penerbitan surat kepemilikan tanah (SKT), Sabtu (17/3).

Akibatnya warga merusak pos keamanan, membakar dua sepeda motor dan merusak sebuah mobil yang terparkir di PT Austasia Stockfeed. Warga yang marah melempari kantor PT Austasia dengan batu.

“SKT itu memang beliau (Kades) yang menerbitkan atas permintaan warga dan Balai Besar Sungai Mesuji Sekampung serta BPN sendiri. Itu juga dilakukan untuk percepatan ganti rugi proyek irigasi yang katanya proyek Nasional yang harus segera karena ini Nawacitanya Presiden,” jelas Wakil Ketua Ikam Jabung Sai, Zaenal Abidin, Minggu (18/3). (radarlampung.co.id)

Lanjut Zaenal, ia bersama masyarakat setempat bingung lantaran Kades yang tidak mempunyai masalah justru ditangkap.

 

“Mau kami, karena perusahaan yang punya surat hak guna usaha (HGU), maka masuk pengadilan. Karena ini kan ranahnya perdata bukan dipidanakan. Jadi kami terkesan melihat polisi memihak perusahaan,” tuturnya.  Sebelumnya, ricuh yang terjadi di Mapolsek Jabung dan PT. Austasia Stookfed Jabung, Lampung Timur dikatakan pihak kepolisian setempat akibat salah paham.

Menurut Yudy, awalnya pihaknya hanya memanggil oknum Kepala Desa (Kades) Negara Batin Kecamatan Jabung, Lamtim untuk dilakukan pembahasan terhadap PT. Austasia Stookfed dengan masyarakat setempat.

“Terjadi kesalahpahaman saja. Kami hanya memanggil Kades dan ternyata masyarakat terlanjur emosi dan mengambil tindakan sendiri dengan berkumpul di Polsek Jabung dan PT. Austasia Stookfed menuntut agar kades dilepaskan,” jelasnya, Minggu (18/3).

Sementara itu, Pasca didatangi ratusan warga, Mapolsek Jabung, Lampung Timur, masih dijaga ketat, Minggu, 18 Maret 2018. (lipsus)