Jelang Ramadan, Peredaran Beras Diawasi Ketat

0
345

konferensi-pers-kementerian-perdagangan-tentang-beras-plastik_663_382Buanainformasi.com – Pemerintah akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap barang kebutuhan pokok (bapok), menjelang Ramadan dan Lebaran. Salah satu bahan yang akan diawasi ketat peredarannya adalah beras.

Dikutip dari Surat Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen No 134/SPK/SD/05/2015, Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Widodo, meminta agar kepala Dinas Perdagangan Provinsi dan Dinas Perdagangan Kabupaten dan Kota, agar meningkatkan pengawasan terhadap bahan pangan ini. Sebab, akhir-akhir ini ditemukan beras plastik yang meresahkan masyarakat.

“Dalam rangka menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri, serta seiring muncul isu beredarnya komoditas atau barang yang tidak sesuai dengan ketentuan, kami mohon bantuan kerja sama,” katanya.

Widodo mengatakan, ciri-ciri beras asli, menurut sekretaris jenderal asosiasi pedagang beras, adalah ada hati beras yang berwarna putih susu, pecah dan warna buram karena bekatul.

“Jika ditemukan beras yang tidak sesuai dengan ciri-ciri tersebut, langkah yang ditempuh adalah membandingkan atau menyandingkan temuannya dengan beras asli, untuk melihat perbedaannya dan melakukan uji laboratorium, bekerja sama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM setempat),” kata Widodo dalam surat yang diterima VIVA.co.id, Jumat 22 Mei 2015.

Widodo pun meminta, agar dinas perdagangan daerah bekerja sama dengan Balai POM, Dinas Pertanian, dan instansi terkait, untuk melakukan pengawasan, dan pengawasannya tak menimbulkan kegelisahan di kalangan produsen dan konsumen.

“Jika ditemukan dugaan pelanggaran, (mohon) ditindaklanjuti langkah penangannya,” jelasnya.

Selain beras, Widodo juga meminta agar dinas perdagangan daerah mengawasi barang kebutuhan pokok, dilihat dari label, takaran, kualitas, dan hal-hal lain, yang menyangkut K3L (Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan), dan pengawasan terhadap unit timbang serta Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), terutama menjelang mudik.

“Pengawasan terhadap parcel saat ini juga sudah mulai beredar, dan utamanya menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Widodo. (sumber : Viva.co.id)