Jelang Panen Raya, Buruknya Infrastrukur Sulitkan Akses Petani di Rawapitu

0
427

Tulangbawang, BITV – Dua faktor menghantui petani sawah dikampung Rawaragil, kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulangbawang, serangan hama tikus dan harga gabah jatuh saat dpanen raya, hal ini diungkapkan Syukur Anwar Ketua Gapoktan kepada harian Sumatera.com, Kamis (17/01/2019).

“Kita berharap jangan sampe ada serangan hama tikus dan berharap jangan ada satu rumpun tanaman padi dimakan tikus,”kata Syukur.

Harapan ini juga merupakan harapan para petani,  dengan upaya terlebih dulu melakukan penyemperotan insektisida membunuh bibit keong dan telurnya, petani juga memburu tikus didalam sarangnya dengan cara pengasapan dipematang sawah.

Upaya pemburuan tikus dipematang sawah tiga kali mulai dari awal tanam sampai menjelang panen.

Namun upaya ini tidak bisa dilakukan serentak karna kekurangan kompor oposan yg masih minim.

Syukur Anwar berharap kementerian Pertanian dapat membantu kompor oposan untuk petani Tidak, yang membutuhkan kompor oposan sebanyak 400 buah.

Ketakutan lain  petani di Rawaragil soal harga gabah, biasanya masa panen raya harga gabah jatuh ini diakibatkan jalan kabupaten yg masuk ke Rawaragil menggalami rusak parah, badan jalan tanah itu banyak berlubang dan licin menyulitkan masuk nya kendaraan roda empat, bahkan saat ini Kamis (17/01/2019), kendaran angkutan tidak bisa melewati jalan itu.

Petani harus bersusah payah membawa hasil panenan nya pulang kerumah ada juga petani menggunakan jasa perahu kelotok melewati sunggai.

Panen raya di Rawaragil akan terjadi beberapa bulan lagi, kesulitan lainnya petani mencari mesin pemotong padi (Combet), petani di rawagili berharap bantuan dari kementerian pertanian.

Menurutnya kalau jalan darat bisa dilewati truk angkutan petani bisa menjual gabah kering Rp 5300/kg, akibat jalan rusak ini gabah petani hanya dihargai Rp 4000/kg. (*)