ITERA Ajak Warga Lampung untuk Menyaksikan Super Blood Blue Moon Bersama

0
226

Bandar Lampung, BuanaInformasi.com – 11 teleskop sudah disiapkan Institut Teknologi Sumatera (itera) untuk mengamati fenomena blood blue super moon malam nanti. Walaupun cuaca di Bandar Lampung diperkirakan akan terjadi hujan ringan, pihaknya optimis tidak akan menggangu pengamatan gerhana tersebut. Sudah kami komunikasikan masalah cuaca, BMKG bilang cuaca hujan ringan, tapi tetap bisa mengamati, tergantung bagaimana gerak angin perubahan awan. Kita optimis bisa diamati, kata dia.

Sholat gerhana juga akan diadakan di Masjid raya At Tanwir Itera ba’da shloat magrib. Seperti yang dilansir di lampost.co Robiatul Muztaba selaku sekretaris observatorium astronomi Itera Lampung mengatakan 11 teropong bintang, pihaknya juga menyediakan layar lebar agar masyarakat dapat dengan leluasi melihat fenomena langka ini.”Kita juga sediakan layar besar, yang tidak kebagian bisa melihat dari layar besar”, ujarnya.

Kegunaan dari 11 teleskop yang disediakan memiliki dua fungsi, yakni untuk mengamati pergerakan fenomena gerhana, sedangkan jenis lainnya yakni untuk mengamati kawah bulan. Untuk melihat kawah menggunakan teleskop jenis ritchie-criterien, diameter 10 inc. Sedangkan jenis Refraktor dengan diameter sekitar 4-5 inc untuk pengamatan fenomena gerhana nya, kata dia.

Masyarakat juga sangat antusias untuk menyaksikan fenomena langka tersebut dari Itera bahkan ada yang dari luar Lampung. Yang sudah daftar via online web kita untuk menyaksikan ada 260 orang. Banyak dari Lampung ada yang dari Jakarta juga, biaya pendaftaran Rp10 ribu, kata dia.

Tetapi untuk masyarakat yang tidak mendaftar lewat web, tetap bisa datang dan menyaksikan. Karena Itera telah menyiapkan layar lebar untuk masyarakat yang tidak sempat melihat melalui teleskop.

Masyarakat bisa poto, selvi mempoto fenomena bulan melalui teleskop, ujarnya. Robiatul menjelaskan puncak gerhana ini tergolong lama yakni mencapai setengah jam. Yang paling menarik adalah perubahan warna dari terang ke gelap ke merah-merahan, kata dia.

Selain itu pihaknya juga turut mengundang Gubernur Lampung M Ridho Ficardo untuk bersama sama menyaksikan bersama peristiwa langka 100 tahun sekali ini. Kita sudah pastikan 11 teleskop pasti berdiri, kalau banyak nanti kita tambah satu lagi. Selain itu kita jam lima sore ada diskusi astronomi, akan membahas pergerakan bumi bulan matahari dan apa itu gerhana, kata dia. (*)