IHSG Naik Tipis, Pasar Nantikan Data Inflasi

0
589

ihsg-tergerus-harga-minyak_663_382Buanainformasi.com – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka naik tipis 6,9 poin atau 0,14 persen ke level 5.093,33 pada perdagangan Senin, 4 Mei 2015. Penguatan IHSG seiring dengan 62 saham naik, 77 saham turun, dan 69 saham tidak bergerak.

Mengawali sesi pertama perdagangan pekan ini, volume perdagangan mencapai 221,03 juta saham dengan nilai Rp390,66 miliar. Dengan indeks saham unggulan LQ45 juga turut menguat sebesar 0,37 persen menjadi 873.

Namun demikian, aktivitas pemodal asing terlihat masih berada di posisi jual. Tercatat, penjualan bersih asing (net foreign sell) di pasar reguler mencapai Rp4,22 miliar.

Adapun tiga saham teratas yang mampu menanjak, antara lain GGRM, ICBP, dan INTP. Sementara itu, tiga saham lainnya yang harus terkoreksi, yakni PTBA, BBRI dan WSKT.

Pengamat pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, mengatakan, kenaikan tipis yang terjadi pada IHSG menunjukkan bahwa para pelaku pasar masih terus mengamati perkembangan berikutnya.

Saat ini, kata dia, pelaku pasar masih menunggu dan melihat seberapa progresif realisasi belanja modal pemerintah yang mulai dikucurkan pada kuartal kedua 2015.

“Investor ingin melihat percepatan realisasi APBN yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam menjalankan proyek-proyek infrastruktur, sehingga dapat menggerakkan roda ekonomi Indonesia, dan pada akhirnya mampu meningkatkan daya beli masyarakat,” tuturnya kepada VIVA.co.id.

Selain itu, menurut Stefanus, pelaku pasar sedang menantikan rilis data ekonomi terkait inflasi April, dan data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2015, yang diprediksi melambat di bawah lima persen.

“Perkiraan akan ada sedikit rebound, kemungkinan di awal pekan jika data inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang dirilis pada awal pekan tidak terlalu buruk,” tuturnya.

Dengan demikian, Stefanus memperkirakan bahwa pergerakan IHSG berada di kisaran 5.005-5.240. “Ada indikasi, IHSG bergerak bervariasi dan masih dalam tekanan,” katanya.

Sebagai informasi, jelang libur menyambut Hari Buruh, Kamis pekan lalu, IHSG masih tertekan dan ditutup turun 19,138 poin, atau 0,37 persen menjadi 5.086,425. Dengan investor asing masih mencatatkan net sell (penjualan bersih) sebesar Rp1,19 triliun di pasar reguler.

Sejak awal pekan lalu, IHSG terus mengalami tekanan jual, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi melemah, dan buruknya kinerja perusahaan yang di bawah harapan. Kondisi itu memicu IHSG sepanjang pekan lalu anjlok hingga 6,4 persen, dengan aliran modal asing yang keluar dari bursa sebesar Rp6,63 triliun. (sumber : Viva.co.id)