IHSG Dibuka Naik, Tiga Saham Ini Langsung Menguat

0
577

para-pelaku-pasar-menyikapi-ihsg_663_382Buanainformasi.com – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren positifnya pada pembukaan perdagangan Senin, 30 Maret 2015. Indeks saham di bursa naik sebesar 18,43 poin atau 0,34 persen menjadi 5.415,28.

Penguatan indeks seiring dengan 28 saham naik, 2 saham turun dan sebanyak 15 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan. Untuk volume perdagangan mencapai 9,46 juta saham dengan nilai Rp35,77 miliar.

Adapun indeks saham unggulan LQ45 turut menguat 0,49 persen ke 942. Demikian halnya dengan indeks JII dan IDX30, sama-sama naik 0,74 persen ke 715 dan 0,52 persen ke 488.

Sementara ini, kenaikan indeks tampak terdorong oleh bertambahnya volume pembelian dari pemodal asing di pasar reguler. Tercatat, mengawali sesi hari ini, pembelian bersih asing (net foreign buy) mencapai Rp5,59 miliar.

Tiga saham teratas yang berhasil menanjak, antara lain LPPF, GGRM dan KBLV. Sedangkan, ketiga saham lainnya yang harus terkoreksi, yakni BIRD, ISAT dan LINK.

Menurut pengamat pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, sentimen eksternal mengenai kepastian kenaikan suku bunga masih akan mendominasi indeks bursa saham dunia, termasuk IHSG. Ini, katanya, hingga adanya kepastian waktu kenaikan dan besaran kenaikan suku bunga The Fed.

“Ketidakpastian tersebut yang membuat pemodal asing terus melakukan aksi jual di bursa kita sejak tiga pekan lalu atau seminggu sebelum Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral AS (FOMC) terakhir digelar,” kata Stefanus kepada VIVA.co.id.

Menurutnya, pemodal asing sepertinya cenderung menghindari aset-aset berisiko dan beralih ke dolar AS. Meski, menurutnya, ekspektasi data makro ekonomi Indonesia, seperti inflasi dan neraca perdagangan masih positif.

Untuk diketahui, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2015 mengalami surplus US$740 juta. Secara kumulatif, neraca perdagangan pada Januari-Februari 2015 tercatat surplus US$1,48 miliar.

Sementara itu, setelah pada Januari 2015 mengalami deflasi sebesar 0,24 persen dan pada Februari 2015 deflasi sebesar 0,36 persen maka untuk bulan Maret 2015, BI memperkirakan akan terjadi inflasi pada kisaran 0,27-0,3 persen.

Stefanus menjelaskan, masih berlanjutnya foreign outflow (dana asing keluar) yang terjadi, membuat kemungkinan IHSG akan segera melanjutkaan reli kenaikannya dalam waktu dekat cukup kecil.

“Selama investor asing melakukan profit taking atau ambil untung dengan melakukan distribusi maka IHSG akan mengalami kesulitan untuk mencetak harga tertinggi baru lagi,” ungkapnya.

Namun demikian, secara teknikal, dia memperkirakan bahwa indeks saham berpeluang melanjutkan penguatannya secara terbatas. Dengan bergerak menguji resistance (batas atas) 5.409-5.422. Sedangkan, untuk level support (batas bawah) diperkirakan berada di 5.367.

“Ada tiga saham yang terlihat cukup menarik dan dapat direkomendasikan untuk perdagangan jangka pendek, yaitu BSDE, SMRA dan TOTL,” tambahnya.

Berikut adalah tiga rekomendasi saham tersebut:

1.BSDE tertahan oleh support 1.995-2.000. Spekulasi buy (beli) dapat dilakukan di area support dengan target profit taking di 2.085-2.110. Stoploss jika break low 1.995

2.SMRA juga tertahan oleh supportnya di 1.585-1.590. Selama bertahan di support tersebut, saham ini berpotensi menguat dengan target terdekat di 1.720-1.735. Stoploss jika break low 1.585

3.TOTL sedang tertahan oleh resistance 1.030. Buy jika dapat break out resistance tersebut, dengan target terdekat di 1.050 dan target selanjutnya di 1.080. Stoploss jika close di bawah 995. (sumber : Viva.co.id)