Hikmah Ramadhan Dibalik Jeruji

0
638
Hikmah Ramadhan Dibalik Jeruji
Hikmah Ramadhan Dibalik Jeruji

Lampung Tengah, buanainformasi.com-Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan dimana seluruh umat muslim di dunia melaksanakan ibadah puasa serta kegiatan-kegiatan ibadah lain, seperti sholat tarawih dan tadarusan. Hal yang sama pun dilakukan oleh warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan kelas III Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi lampung yang sedang menjalani hukuman dibalik jeruji besi. Para napi tersebut mengisi kegiatan selama Ramadhan 1437 H dengan melakukan ibadah bersama di masjid setempat. Senin, (13/06/2016)

Mendengar nama lembaga pemasyarakatan selalu identik dengan kriminal. Namun tidak demikian dengan warga binaan di lembaga pemasyarakatan yang ada di Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah.

Para napi tampak rukun dengan melaksanakan sholat taraweh bersama napi lainya dan petugas lapas setempat. Para napi juga di beri siraman rohani oleh ulama yang sengaja di datangkan oleh pihak lapas yang di sambut baik oleh para warga binaan di lapas tersebut.

Namun, mengingat terbatasnya petugas keamanan pelaksanaan tersebut harus dengan sistem antre perblok tahanan secara bergantian setiap harinya. Ini adalah kegiatan rutin di lapas Gunung Sugih selama Bulan Ramadhan 1437 H bertujuan untuk membina ahlak para warga binaan.

Diharapkan setelah selesai menjalani masa hukuman dan kembali ke tengah masyarakat dapat memliki pribadi yang lebih baik melalui kegiatan tersebut.

Menurut Kalapas Kelas III Gunung Sugih Drs. Dawa’i menjelaskan bahwa akibat minimnya petugas keamanan, para napi yang akan mengikuti kegiatan tersebut harus dibatasi oleh pihak lapas dengan cara bergilir setiap perbloknya pada setiap malam.

“Bagi para napi yang akan mengikuti kegiatan harus di batasi, hanya 100 orang untuk setiap malamnya.” ujarnya.

Dirinya juga berharap agar kondisi tersebut dapat diperhatikan oleh pihak – pihak yang terkait.

Salah seorang warga binaan Ali Mustofa yang menjalani hukuman selama tujuh tahun lima bulan dan baru menjalani satu tahun tujuh bulan dirinya menuturkan dengan diadakan kegiatan sholat taraweh dan tadarus bersama oleh pihak lapas tersebut banyak hal positif yang dapat di rasakan secara langsung, seperti narapidana yang sebelumnya kurang memahami hal tentang agama. Namun, sejak menjadi warga binaan mulai lebih memamahami tentang islamiah, bahkan telah lancar membaca huruf hijayyah atau ikut tadarus membaca Al-Qur’an di masjid setempat. (Hengki)