HighScope Serahkan Kasus Dugaan Pencabulan Siswa ke Polisi

0
535

sekolah-highscope-indonesia_663_382Buanainformasi.com – Sekolah HighScope Indonesia (SHI) yang berada di Jalan TB simatupang, Jakarta Selatan akhirnya angkat bicara mengenai kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa salah satu anak didiknya.

Dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id dari sekolah High Scope menyatakan, mereka telah menyerahkan kasus tersebut ke polisi.

“Saat ini SHI mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung dan menunggu hasil visum pihak polisi sebagai pihak berwenang,” tulis Chief of Academic Operations Sekolah HighScope Indonesia, Jossy Soenarjo, Selasa, 31 Maret 2015.

Jossy menambahkan, dalam penyelidikan kasus ini, prioritas utama adalah kepentingan dan privasi anak yang masih di bawah umur.

“SHI berkomitmen untuk mendukung proses penyelidikan dengan tetap memperhatikan agar proses belajar mengajar seluruh murid dapat berlangsung seperti biasa dengan aman dan nyaman,” ujarnya menambahkan.

Bantah ada pencabulan
Dia menerangkan, sejauh ini, Sekolah HighScope Indonesia telah melakukan beberapa tindakan, di antaranya menerima dan langsung menindaklanjuti laporan orang tua murid tanggal 17 Maret 2015 sekitar jam 20.30 melalui telepon pada malam itu juga.

Berdasarkan kesepakatan bersama dengan orangtua murid, SHI bertemu murid dan orang tua untuk melakukan proses pemeriksaan medis di RS Siloam. Selanjutnya, melakukan pemeriksaan internal pada tanggal 18 Maret 2015 pada lingkungan sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan. Juga termasuk melihat CCTV sekolah yang dihadiri oleh orang tua murid.

“Dari hasil pemeriksaan tersebut, diperoleh kesimpulan sementara tidak ada indikasi atas dugaan pelecehan seksual. Sesuai laporan dari orang tua murid dan pemeriksaan di RS Siloam, murid tersebut tidak pernah mengeluh bahwa duburnya sakit atau luka sehingga dokter tidak memeriksa daerah dubur,” kata dia.

Selain itu, berdasarkan surat dari Polda Metro Jaya tanggal 24 Maret 2015, juga tidak pernah menyebutkan adanya sakit atau luka tersebut.

Sekolah, lanjut Jossi, menyarankan orang tua murid untuk berkonsultasi dengan psikolog sekolah sebagai standar prosedur sekolah dan menawarkan penggunaan jasa psikolog eksternal untuk kepentingan murid.

“Kami juga mendukung proses pemeriksaan oleh pihak berwenang antara lain dengan menyerahkan rekaman CCTV kepada polisi pada tanggal 25 Maret 2015, secara proaktif mendatangi KPAI, dan terbuka untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.” (sumber : Viva.co.id)