Hendak Melawan, Gadis Asal Gunung Sugih Ditusuk Kawanan Begal

0
309

Lampung Tengah, buanainformasi.com – Retno (23) seorang gadis warga Gunungsugih menjadi korban kawanan begal yang hendak merampas motor yang ia kendarai. Demi mempertahankan kendaraannya Retno pun mendapat dua luka tusuk.

Kejadian itu menimpa Retno saat hendak kembali ke rumahnya di Gunungsugih, Jumat (16/2) lalu.
Sampai di depan Pengadilan Negeri Gunungsugih, ia dipepet dua lelaki yang berboncengan mengendarai sepeda motor.

Retno menjelaskan saat itu dirinya berkendara dari arah Bandar Lampung, dan ketika tiba di kawasan Panggungan dia merasa diikuti sepeda motor.seperti yang dilansir dari tribunlampung.com

“Saya sudah merasa diikuti (pelaku). Kejadiannya sekitar pukul 13.00 WIB. Begitu sampai di depan Pengadilan (Gunungsugih), tiba-tiba dua orang yang berboncengan memepet motor saya dan langsung mencabut kunci (kontak motor),” terang Retno, Minggu (18/2).

Setelah kunci kontak dicabut, kemudian kedua pelaku mengancam dirinya supaya menyerahkan motor miliknya. Namun, Retno enggan memberikan motornya.

“Karena saya tidak mau memberi motor, pelaku kemudian menendang motor saya hingga saya juga terjatuh,” bebernya.

 

Retno yang mempertahankan sepeda motor miliknya kemudian berteriak meminta pertolongan. Teriakan korban rupanya mengundang perhatian warga sekitar. Namun, karena takut, warga enggan mendekat.Mengetahui warga datang, pelaku justru membabi buta terhadap Retno.

Akhirnya, salah seorang pelaku mencabut sebilah badik dan menusukkan ke tubuh Retno sebanyak dua kali.
“Satu ke bagian bahu, dan satunya (luka tusuk) ke arah pinggul saya,” katanya.

Setelah melakukan penusukan dan korban tetap melakukan perlawanan, kedua pelaku kemudian melarikan diri ke arah Bandar Jaya.

Meski motor tak berhasil dicuri, korban mengalami luka tusuk sehingga darah melumuri pakaiannya.
Kawasan ruas Lintas Tengah di sekitaran Pengadilan hingga Tugu Gajah Gunungsugih, beberapa pekan terakhir menjadi momok tersendiri bagi pengendara, khususnya yang kaum perempuan.

Terhitung beberapa pekan terakhir sudah terjadi tiga kali aksi pencurian sepeda motor di kawasan tersebut.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Slamet Wahyudi berjanji bersikap tegas terhadap pelaku pencurian yang telah meresahkan masyarakat. Dia pun berjanji menembak pelaku yang dianggap meresahkan tersebut.

“Saya instruksikan tembak di tempat bagi pelaku kriminalitas seperti pencurian dengan kekerasan (curas) ataupun pencurian dengan pemberatan (curat), jika dirasa sudah meresahkan masyarakat,” tegas AKBP Slamet Wahyudi.(*)