Hanura Versi Daryatmo Berpaling ke Ridho – Bachtiar

0
226

Bandar Lampung, buanainformasi.com – Partai Hanura pimpinan Daryatmo mengubah arah dukungan dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Lampung. Semula, partai besutan Jenderal TNI (Purn) Wiranto itu mendukung pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur nomor urut empat, Mustafa-Ahmad Jajuli (Aja).

Kini, Hanura memberikan dukungannya kepada paslon nomor urut satu yang juga petahana, M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri. Keputusan itu tertuang dalam SKEP/040/DPP-Hanura/II/2018. Surat tersebut diteken Ketua Umum DPP Hanura Daryatmo dan Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding pada 23 Februari lalu.

Dalam surat keputusan itu disebutkan, Hanura menarik diri dari dukungan pada Mustafa-Ahmad Jajuli. Selanjutnya, Hanura akan mendukung pasangan Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri.

Dalam keputusan itu juga, Pengurus DPP Hanura memerintahkan DPD Partai Hanura Lampung dan seluruh kader untuk melaksanakan langkah-langkah strategis pemenangan Ridho-Bachtiar.

 

Pasca menerima Surat Keputusan (SK) DPP terkait pengalihan dukungan dari Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wagub Lampung Mustafa-Ahmad Jajuli kepada Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, DPD Hanura Lampung versi Ketum Daryatmo segera mengamankan keputusan itu. DPD segera menggelar konsolidasi dalam waktu dekat.

“Surat pengalihan dukungan tersebut benar adanya. Sebagai kepanjangan tangan dari DPP, sudah sewajarnya kami mengamankan dan menindaklanjuti surat tersebut,” kata Sekretaris DPD Hanura Lampung, Yozi Rizal, Kamis (1/3/2018) siang.

Yozi mengatakan, pihaknya segera mengkonsolidasikan barisan yang masih bisa dan mau dikonsolidasikan pasca surat dari DPP itu.

Terkait dukungan tersebut menurut aturan pada pasal 191 ayat (2) UU Pilkada no 10 tahun 2016, bahwa tidak bisa menarik dukungan pasca paslon ditetapkan KPU dan pihaknya juga mengkhianati rekom terdahulu, anggota Komisi IV DPRD Lampung itu menjelaskan bahwa secara administratif tidak mungkin mengalihkan dukungan.

“Secara administratif tak mungkin mengalihkan surat pencalonan karena regulasi tak membolehkan, serta proses itu sudah terlalui. Bagi kami ini bukan mengkhianati rekom terdahulu, tapi memang secara praktis kami sudah tidak dilibatkan serta dalam rangka mengamankan amanah DPP terkini,” tegasnya.

Terkait kesolidan dukungan untuk mendukung paslon nomor urut 1 Ridho-Bachtiar dari kubunya, Yozi memasatikan sangat solid.

“Soal berapa besar kekuatan, sejauh yang saya tahu kami masih solid, meskipun fenomenanya beda. Tapi saya lebih percaya pada realitas daripada fenomena, karena tampak belumlah tentu sebenar-benarnya,” tegasnya.(*)