Hadir di Istana Negara, Kak Seto Ingin Galakkan Permainan Tradisional

0
350

Jakarta,buanainformasi.com – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ada beberapa hal yang disampaikan Seto ke Jokowi, di antaranya mengenai kampanye ‘Saya Sahabat Anak’ (Sasana).

“Jadi kampanye agar semua bisa menjadi sahabat anak, bahkan nanti Presiden sahabat anak, menteri sahabat anak, terus turun sampai guru sahabat anak, orangtua sahabat anak, sehingga tidak ada lagi kekerasan terhadap anak karena semua memperlakukan sebagai teman atau sahabat,” kata Seto di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2018). (sumber : detik.com)

Selain itu, Seto juga menyampaikan mengenai Satgas Perlindungan Anak di RT dan RW.”Kami sudah laporkan bahwa pertama kali lima tahun yang lalu di Tangsel. Seluruh Tangsel, RT/RW-nya dilengkapi dengan Satgas Perlindungan Anak yang sekarang kami harapkan menjadi Satgas Sahabat Anak,” katanya.

Dikatakan Seto, Satgas Perlindungan Anak di RT RW ini akan merambah di seluruh wilayah Indonesia. “Ini sebentar lagi, keempat ada di DKI tapi baru dimulai dari Kemanggisan. Mudah-mudahan segera disusul di berbagai tempat,” kata Seto.

Seto mengaku gagasan tersebut didukung penuh oleh Presiden Jokowi. Terlebih kata Seto, saat dirinya menyampaikan agar gerakan membaca dongeng dan permainan tradisional untuk anak digalakkan kembali.

“Bahkan kami mohon kalau bisa pinjam di Istana, anak-anak berkumpul, Pak Jokowi mendongeng, menteri mendongeng, kemudian bermain tradisional seperti Gobak Sodor, Engklek, dan sebagainya. Bahkan beliau mengusulkan dalam bulan Mei nanti berkaitan dengan Hari Pendidikan Nasional. Jadi suasana sekolah, rumah, penuh dengan rasa persahabatan, tidak ada kekerasan, paksaan, sehingga akhirnya suasananya damai,” jelas Seto.

Seto menambahkan, apa yang dia laporkan tersebut mendapat dukungan dari Presiden Jokowi. Bahkan Jokowi memerintahkan Menteri Sosial Idrus Marham untuk memperhatikan lembaga yang dipimpin oleh Seto tersebut.

“Senyum-senyum, mendukung, dan bahkan memerintahkan Bapak Mensos supaya terus dapat dukungan, fasilitasnya dilengkapi. Tapi kami yang lebih penting, kami sudah biasa kantor di pinggir jalan, di bawah jembatan tidak masalah. Ini harus sinergi, membiarkan kepada pemerintah, polisi, ini tak bisa menyelesaikan masalah. Kewajiban melindungi anak adalah kewajiban masyarakat luas,” kata Seto. (*)