Festifal Ogoh-Ogoh Sambut Hari Nyepi Bali

0
858

Lampung Tengah, buanainformasi.com–Dalam rangka menyambut hari raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang, Bupati Lampung Tengah (Lamteng) dan ratusan masyarakat Lamteng antusias menyaksikan festifal Ogoh-ogoh yang melibatkan 32 grup peserta. Acara digelar oleh Umat Hindu Bali yang ada diLamteng, diLapangan Seputih Raman Kecamatan Seputih Raman Kabupaten setempat.

Dikirim oleh Buana Informasi.com pada 7 Maret 2016

Acara yang dibuka oleh Assisten II Provinsi Lampung yang mewakili Gubernur Lampung,  dengan pemukulan Gong sebagai tanda pembukaan festifal Ogoh-ogoh Lamteng, serta disaksikan oleh Bupati Lampung Tengah, Kapolres Lampung Tengah, Para Tokoh Adat Bali serta ratusan masyarakat Lamteng. Meski sedikit seram dengan bentuk Ogoh-ogoh yang dipertontonkan, anonim masyarakat begitu menikmati hasil pertunjukan ke 32 patung Ogoh-ogoh tersebut.

Bupati Lamteng Hi. Mustafa, Menyampaikan, akan mempromosikan festifal Ogoh-ogoh ke Kabupaten lain bahkan Indonesia, sebagai salah satu kebudayaan yang akan dipertontonkan kepada masyarakat umum. Untuk itu, dirinya dan tokoh adat Bali berusaha melestarikan serta membantu dalam perayaan festifal yang lebih meriah lagi.

“Festifal Ogoh-ogoh merupakan Aset kita, yang nantinya akan kita promosikan keranah Nasional. Kedepan kita anggarkan ke APBD yang penting sesuai aturan.” ujar orang nomor satu diLamteng ini.

Dilain pihak, Pembina Pradah Lampung  I Made Swarjaya, menambahkan, Selain Ritual menyambut Hari Raya Nyepi, perayaan Ogoh-ogoh memiliki nilai lebih seperti kreatifitas dan Sportifitas sehingga memunculkan nilai budaya terhadap generasi penerus bangsa saat ini.

“Diharapkan dapat terus berlangsung dan berlanjut menjadi aset Negara sebagai Festifal Wahana Kebudayaan.” pungkasnya.

Selain menyambut Hari Raya Nyepi, acara tersebut juga sebagai bentuk pelestarian budaya Bali, dan bentuk menghargai adat istiadat Lampung, sebagaimana tempat tinggal Suku Bali yang ada di Lamteng, serta memiliki arti Kebersamaan dan Kerukunan anatar umat beragama tanpa ada Perselisihan dan Perbedaan.(Hengki)