Fakta-fakta Mengerikan di Balik Pembunuhan Angeline

0
625

Buanainformangeline--bocah-yang-ditemukan-tewas-terkubur-di-rumahnya_663_382asi.com – Kepolisian Resor Kota Denpasar menemukan banyak sekali fakta-fakta mengerikan dalam pengungkapan kasus pembunuhan Angeline.

Tak hanya karena polisi berhasil menemukan lubang pembunuhan tempat Angeline dikubur dalam kondisi masih bernyawa di belakang rumah dekat kandang ayam rumah ibu angkatnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar saja.

Namun, fakta-fakta kekejaman Agus, sang pembunuh juga terungkap saat dilakukan pemeriksaan jasad mungil Angel di ruang forensik RSUP Sanglah Denpasar, Bali.

Kepala forensik RSUP Sanglah, Dudut Rustiadi yang juga terlibat dalam pencarian bukti dan penyebab kematian Angel mengatakan, selain mengubur hidup-hidup Angel, Agus diduga juga menginjak-injak tubuh korban saat memasukannya ke dalam lubang kematian.

“Dalam pemeriksaan, kita temukan banyak luka memar di tubuh korban seperti di pelipis, tangan dan di punggung seperti diinjak,” papar Dudut dalam perbincangan dengan tvOne, Kamis 11 Juni 2015.

Fakta yang tak kalah mengerikan ialah, Agus melilitkan tali plastik ke leher Angeline sebanyak empat kali lilitan untuk mencekik leher gadis mungil itu.

“Pada leher kita temukan tali plastik yang dililit empat lilitan dan tali disambung dengan tali plasti berwarna lain,” jelasnya.

Namun, lilitan tali plastik itu diyakini tidak berakibat fatal seperti terganggunya pernafasan korban.

“Analisa kita korban masih hidup waktu tali menjerat leher,” jelasnya.

Selain itu, di kepala Angeline ditemukan luka diduga bekas pukulan benda tumpul. Kuat dugaan, luka itu disebabkan pukulan palu milik Agus.

Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya alat bukti berupa sebuah palu pemukul besi dan kain berbercak darah di lokasi temuan lubang kematian Angeline.

Jasad Angeline juga ditemukan sudah dalam kondisi rusak dan membusuk. Diperkirakan Angeline dikubur sejak tiga pekan lalu.

Waktu itu bertepatan dengan pertama kalinya Agel dikabarkan hilang secara misterius saat bermain di depan rumahnya pada 16 Mei 2015.

Selanjutnya… Dibunuh Saat Ulang Tahun…

Sebuah fakta lain yang tak kalah mengharukan dalam perjalanan kasus pembunuhan siswi kelas II Sekolah Dasar (SD) itu ialah, Angeline dibunuh sebelum ia sempat merayakan hari ulang tahunnya yang ke 8.

Kepala Sekolah SD Negeri 12 Sanur, Denpasar Bali, Ketut Ruta mengatakan, berdasarkan data kesiswaan, Angeline tercatat memiliki tanggal lahir 19 Mei 2007.

“Angeline ternyata berulang tahun setelah tiga hari dinyatakan hilang,”kata Ketut Ruta, Kamis 11 Juni 2015.

Angeline terakhir kali bersekolah pada 15 Mei 2015 atau sehari sebelum ia dinyatakan hilang.

Hingga akhirnya Angeline ditemukan tidak lagi dapat tersenyum di dalam sebuah lubang yang ditimbun dengan tumpukan sampah beberapa meter lokasi pertama kali ia dinyatakan hilang misterius.

Selanjutnya… Dikubur dengan Boneka Kesayangannya…

Siang itu, jarum jam menunjukkan pukul 12.30 WITA, di sebuah rumah di Jalan Sedap Malam, Denpasar terlihat sejumlah polisi lalu lalang keluar masuk halaman rumah.

Di belakang rumah, sejumlah petugas secara perlahan menggali gundukan tanah yang sebelum tertutup sampah dan telah ditanami pohon pisang.

Perlahan, alat menyerupai sebuah cangkul mengangkat tanah dari lubang gundukan tanah merah itu.

“Ada kain putih, coba dilihat,” kata seorang petugas sambil terus menggali lubang yang sedari tadi mulai mengeluarkan aroma tak sedap.

Secara perlahan petugas mengangkat tanah yang menimbun kain itu, dan tiba-tiba semua petugas yang menyaksikan pembongkaran lubang misterius itu terkejut.

Dari balik kain putih terlihat, sesosok jasad mungil terbujur dengan kondisi tubuh melibat seperti seseorang yang tengah kedinginan.

Perlahan kain pun disibak dan pemandangan yang mengharukan mulai terpampang. Di dalam kain putih itu, terlihat sosok Angeline, gadis kecil yang selama ini dicari, sudah tak bernyawa dalam posisi tengah memeluk boneka kesayangannya.

“Di dalam bungkusan itu ada mayat seumuran Angeline bersama bonekanya. Di dalam juga ada tali plastik, yang kita belum tahu tali itu fungsinya untuk apa,” kata Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie, Rabu 10 Juni 2015.(Sumber : Viva.co.id)