Dugaan Kegiatan Fiktif Data SJSN dan BOK Puskesmas Tanjung Raja Tahun 2017

0
423

Lampung Utara, BITV – Dugaan adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dana operasional BOK 2017 dengan pagu anggaran Rp.565.000.000 (lima ratus enam puluh lima juta) kembali terkuak.

Dana Sosial Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Tahun 2017 pagu anggaran Rp.1.875.034.000 (satu milyar delapan ratus tujuh puluh lima juta tiga puluh empat ribu rupiah) diduga kental dengan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang jabatan yang diduga dilakukan oknum pejabat puskesmas Tanjung Raja.

“Selanjutnya dana kapitasi Jaspel sesuai penghitungan jumlah kapitasi puskes Tanjung Raja 27 Ribu Jiwa dengan total jasa pelayanan Rp.125.000.000/bulan diduga juga telah dilakukan pemotongan oleh oknum pejabat kapala puskesmas setempat,”beber salah satu ketua LSM KP3 Lampung Nasril Subandi dengan buanainformasi, Minggu (20/1/19).

Nasril menambahkan, ada juga temuan pungutan liar tentang pemotongan uang jasa pelayan kesehatan SDM setempat, sesuai dengan pengasilan yang telah di perhitungkan,menurut narasumber dan JASPEL dipotong dari 20% sampai 50%.

“Dari penjelasan narasumber kami, dana tersebut dipotong untuk biaya rehabilitasi puskesmas yang ada,” papar Nasril.

Namun Nasril menduga pemotongan jasa pelayanan bagi tenaga kerja kesehatan yang diduga dilakukan oknum tersebut merupakan perbuatan yang dilarang oleh ketentuan undang-undang yang berlaku.

“Kenapa demikian?, adakah rujukan atau regulasi yang di pakai pihak Puskesmas yang tidak bertentangan dengan hukum tentang pemotongan jasa pelayanan yang maksud,”ungkap dia.

Nasril berharap melalui informasi dari berbagai media yang telah disampaikan dapat dijadikan bahan petunjuk aparat penegak hukum melakukan penelisikan lebih lanjut.

“Sebagai pendukung kami LSM yang tergabung yaitu LSM KP3.LSM LIPAN,LSM P.K akan menyampaikan yang secara tersurat kepada pihak-pihak yang kami anggap perlu,”tutup dia.

LSM KP3, LSM LIPAN dan LSM Penegak Keadilan mengatakan akibat penyimpangan dana kesehatan tersebut kisaran kerugian negara kurang lebih mencapai Rp.750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).(Iwan).