DPRD Metro Minta Pemerintah Batasi Ritel Modern Indomart dan Alfamart

0
392

Metro, buanainformasi.com – DPRD Metro meminta pemerintah setempat untuk membatasi ritel modern Indomart dan Alfamart.

Pasalnya, berdampak kehancuran bagi para pedagang kecil serta pasar tradisional yang ada disekitarnya. Saat ini di Metro jumlahnya sudah tak terbendung lagi. Hal tersebut disampikan Ketua Fraksi Kebangkitan Nasional Alizar di ruang kerjanya di Komisi II, Jumat (2/3).

Sementara Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Edi Pakar sulit membendungnya lantaran tersandung Perda. Sebenarnya ia menginginkan untuk di stop saja lantaran tak ada kontribusi berarti bagi Kota Metro keberdaannya.

“Omset PADnya tidak menguntungkan, bahkan boleh dibilang tidak ada kontribusi yang bisa diambil disana,”tutur Edi Pakar.

 

Namun, lantaran Perdanya membolehkan, lalu, disamping itu perijinan juga berdasarkan dari bawah, yakni: dari masyarakat, lurah,dan camat.

“Kalau masyarakat mengijinkan, lalu lurah dan camat, dan dinas perdagangan terpakasa kita keluarkan ijinnya,”ucapnya.

Dikatakannya, di kantor Pelayanan Satu Pintu ini hanya mengatur adminstrasinya saja. Sementara teknisnya mereka.

Selain itu juga menjadi kendala sejak HO dilarang, sehingga hanya bisa dipungut IMB dan pajak parkirnya saja.

Sebelumnya pada tahun 2014 terbit moratorium DPRD Metro yang isinya tidak boleh lagi diterbitkan ijin untuk ritel Indo Mart dan Alfa Mart, namun di tahun 2017 sudah dicabut.

Hingga saat ini data ritel modren Indo mart dan Alfa Mart di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu jumahnya sebanyak 35, terdiri: 14 Indomart, dan 21 Alfamart.(*)