DKP Provinsi Belum Sikapi Aktivitas Reklamasi Pesawaran

0
313

Bandar Lampung, buanainformasi.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung belum bersikap terkait aktivitas reklamasi di pantai di Desa Sidodadi, Kecamatan Telukpandan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu tidak pernah mengeluarkan satu pun izin reklamasi pada tahun 2018.

Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung Candra Murni mengatakan pihaknya telah mengecek ke lokasi reklamasi di Desa Sidodadi.

 

“Itu sudah kami tindak lanjuti dari Bidang Pengawasan. Tadi membawa tim ke lapangan untuk

mengecek kegiatan reklamasi di sana dan melihat perizinannya,” kata Murni kepada Lampung Post, Selasa (6/2).

Reklamasi memang selalu menjadi persoalan ruwet. Rata-rata sebagian besar proyek reklamasi memiliki cacat dalam proses administrasi perizinan yang berujung masalah hukum.

Dia menerangkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu telah mengonfirmasi tidak mengeluarkan satu pun izin reklamasi tahun 2018. Hasil pengawasan lapangan akan dikoordinasikan dan diteliti kembali sebelum mengambil langkah selanjutnya. “Akan dibahas apakah reklamasi harus disetop sementara sambil menunggu perizinan atau harus dihentikan total,” ujarnya.

Kapolres Pesawaran Ajun Komisaris Besar Syaiful Wahyudi akan memerintahkan petugas untuk menyelidiki reklamasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Telukpandan. “Polres akan turun melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Syaiful kepada Lampung Post, Selasa (6/2).

Menurut dia, pihaknya akan mengumpulkan data untuk penyelidikan lebih lanjut serta meminta klarifikasi kepada instansi terkait.

Ketua Tim Lintas Sektoral Kabupaten Pesawaran Munzir Zen, didampingi Camat Telukpandan M Yuliardi, mengatakan Camat telah melayangkan surat teguran kepada pihak yang melakukan aktivitas reklamasi. “Jika tidak memiliki izin, jelas itu ilegal. Namun, wewenang untuk menutup atau menghentikan ada di dinas terkait di Provinsi Lampung,” ujarnya. (*)