DKP Optimis Program Padat Karya Bisa Menekan Angka Stunting

0
335

Bandar Lampung, buanainformasi.com – Pemerintah Provinsi Lampung akan terus berupaya menjaga dan meningkatkan stabilitas ketahanan pangan diseluruh wilayah Provinsi Lampung.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pemerintah Provisi Lampung tahun ini akan menerapkan strategi yang diyakini dapat berperan stabilitas ketahanan pangan yang sekaligus dapat menurunkan angka gizi kurang atau stunting.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Bani Ispriyanto mengatakan, strategi yang akan diterapkan pada tahun ini untuk menurunkan angka gizi kurang yakni pengentasan wilayah kemiskinan rawan pangan dan stunting melalui kegiatan padat karya.

Program padat karya tersebut menurutnya diyakini dapat menurunkan angka stunting pada beberapa wilayah di Lampung yang telah dipetakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurutnya dari hasil pemetaan Bappenas tahun 2018, terdapat tiga wilayah di Lampung yang cukup rawan dengan permasalahan stunting, yakni Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan dan Kabupaten Lampung Tengah.

Sehingga melalui program padat karya yang diterapkan pada tahun ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya pada tiga wilayah tersebut, yang berimbas pada menurunnya angka stunting pada daerah bersangkutan.

“Tentu program padat karya ini sangat erat kaitannya dengan penurunan angka stunting pada tiga wilayah di Lampung hasil pemetaan dari Bappenas. Dengan program padat karya kita berharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, yang menjadi pendorong menurunnya angkka gizi kurang,”jelasnya (5/4).

Disisi lain Bani Ispriyanto mengatakan, selain program pengentasan wilayah kemiskinan rawan pangan dan stunting melalui kegiatan padat karya, untuk menjaga dan meningkatkan stabilitas ketahanan pangan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung tahun ini juga akan dua strategi lain.

Menurutnya dua Strategi tersebut yakni pengembangan distribusi dan pengendalian harga, serta mutu dan ketahanan pangan, serta gerakan diversifikasi penganekaragaman konsumsi pangan yang berbasis pangan lokal.(*)