Direktur Walhi Lampung Berharap Pemprov Lebih Ketat Mengawasi Hutan

0
238

Bandar Lampung, buanainformasi.com – Kerusakan hutan di Lampung tiap tahun mencapai 65 persen, dan jumlah ini terbilang sudah sangat mengkhawatirkan. Namun, pihak berwenang terkesan adem ayem, padahal jika dibiarkan terus terjadi, dalam waktu singkat, Lampung tidak memiliki kawasan hutan.

Penyebab utama kerusakan akibat kurangnya pengawasan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap penggunaan hutan. Ditambah lagi mudahnya memberikan izin eksploitasi hutan, seperti penambangan dan reklamasi. Hal itu terlihat dari kerusakan di kawasan pesisir.

 

“Seharusnya Pemprov Lampung lebih ketat mengawasi hutan. Dan jangan mudah memberikan izin apalagi tak disertai pengawasan ketat. Jika kerusakan dibiarkan terus bakal terjadi krisis air dan bencana alam,” kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung, Hendrawan, Minggu (25/2).

Hendrawan juga menyoroti kerusakan 22 sungai di Lampung, dan paling parah terjadi di Bandar Lampung. Kasus menonjol lainnya reklamasi di Kabupaten Pesawaran.(*)