Dinas PU Diterpa Isu Bagi-Bagi Proyek Via Telepon

0
1131

Lampung Timur, Buanainfomasi.com-Belum di lelangnya tender proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) menuai aksi protes melalui Selebaran Banner adanya dugaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) lampung timur telah membagi-bagikan paket proyek  Via telpon seluler, dugaan tersebut juga di kuatkan dengan ketatnya pengamanan pada dinas pekerjaan umum tersebut, hingga tiga lapis .

Adanya beberapa banner yang mengungkapkan kekecewaan para rekanan tersebut dilatar belakangi atas kebijakan dan sikap Sahmin Saleh selaku kepala Dinas PU Lamtim yang di nilai beberapa kalangan tidak profesional,sahmin di duga telah membagi-bagikan paket proyek pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2016 melalui telpon seluler.

Penyebaran atau pemasangan banner yang berisikan kekecewaan para rekanan tersebut sempat menjadi sorotan masyarakat, dimana sejak Sahmin Saleh menjabat Kepala Dinas pekerjaan umum, kantor tersebut dijaga ketat hingga tiga lapis, Pol PP, TNI dan Brimob, hingga menguatkan dugaan adanya permainan para broker proyek yang bekerja sama dengan pejabat setempat.

Kondisi pengamanan sangat ketat tersebut sangat bertolak belakang  dengan suasana diruang Kepala Dinas dan Sekretaris yang tidak berpenghuni.  menyebarnya banner-banner bertuliskan adanya pembagian proyek melalui telpon tersebut di amini oleh salah satu rekanan meski yang bersangkutan tidak membuat banner serupa, seperti dikatakan Amir Faisol Direktur PT Sukadana Prima Lestari , yang juga mendapatkan informasi adanya dugaan pembagian paket proyek melalui telpon seluler.

“Yang lebih anehnya lagi di kabupaten Lamtim ini, justru orang luar dinas yang membagi-bagikan paket proyek tersebut melalui telpon, kan itu sangat aneh, tapi sepertinya itulah kenyataanya,” terang Amir dengan sedikit kecewa.

Pada bagian lain Fauzi Ahmad Ketua Genta Lamtim mengecam kebijakan pejabat yang tidak mengindahkan peraturan perundang-undangan, menurutnya kabupaten Lamtim kondisinya saat ini bukanya semakin membaik, namun jutru semakin buruk birokrasinya, dimana para pemegang jabatan penting justru dengan santainya tidak menaati peraturan.

Genta juga  meminta agar Bupati melalui tim teknisnya, segera melaksanakan lelang proyek sesuai instruksi Presiden no 1 tahun 2015 tentang percepatan pelaksanaan barang dan jasa pemerintah terutama inprastruktur, “mengingat saat ini telah memasuki tri wulan ke dua,serta kondisi keadaan infrastruktur yang sudah sangat mendesak untuk segera diperbaiki karna rusak.”kata dia.

Dikatakanya, masyarakat banyak mengeluhkan kondisi jalan yang sudah rusak berat, padahal banyak jalan tersebut baru selesai  dilaksanakan tahun 2015, hal itu terjadi karena tidak adanya pemeliharaaan, tambah Fauzi.

“Kami Genta Lamtim mengecam atas beredar luasnya bener yang menyebutkan adanya pembagian paket proyek via telpon” karenanya kedepan dalam pelaksanaan lelang kami sebagai masyarakat meminta agar panitia lelang pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2016 agar standby ditempat,tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak di ketahui keberadaanya.” tegas Fauzi Ahmad.

Sementara sampai saat berita ini diterbitkan kepala dinas serta pejabat terkait belum bisa di konfirmasi buanainformasi.com baik melalui telpon maupun SMS di karenakan telpon selulernya tidak aktif atau diluar jangkauan.(Arif)