Diduga Aniaya Murid, Kepsek Ponpes Walisongo Lampura Dilaporkan ke Polisi

0
530

Lampung Utara, buanainformasi.com – Heriyanto (49) warga Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan melaporkan Kepala Sekolah (Kepsek) Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo ke Polres Lampung Utara karena tak terima anaknya mendapat tindak kekerasan.

Heriyanto menjelaskan kejadian tidak menyenangkan yang dialami putranya, Arkan Ghally Mutawakkil (14) di Pondok Pesantren Walisongo, yang berada di Simpangpropau, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, bermula ketika anaknya tersebut pada Rabu (28/3) lalu, tidak dapat mengikuti proses pembelajaran sebagaimana mestinya.

“Sebelum kejadian, anak saya tidak masuk sekolah dikarenakan kakinya terkilir. Namun pada hari Kamis, kondisi anak saya sudah lebih baik dan memutuskan untuk masuk sekolah,” tutur Heriyanto di Polres Lampung Utara.

 

Dikatakan Heriyanto, pada Kamis (29/3) sekira pukul 14.00 WIB, Arkan dipanggil Solihin selaku Kepala Sekolah Ponpes Wali Songo dan menanyakan perihal tidak mengikuti proses pembelajaran pada hari Rabu.

“Ketika itu, anak saya menjawab kakinya keseleo. Entah apa yang menyebabkan Ustad Solihin ketika itu langsung menghukum dengan memukul anak saya menggunakan sapu hingga gagang sapunya patah,” lirih Heriyanto.

Akibat penganiayaan itu, sekujur tubuh anaknya terutama bagian leher, punggung, lengan tangan, serta rahangnya menderita luka memar dan membengkak.

“Sebagai orang tua saya tidak dapat menerima dugaan perbuatan penganiayaan yang dilakukan Ustad Solihin terhadap anak saya,” kata Heriyanto.

Dirinya lantas membawa anak saya untuk visum dan langsung menuju Polres Lampung Utara guna melaporkan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Ustad Solihin.

Pengaduan orang tua korban bersama anaknya tertuang dalam laporan Nomor LP/271/B-1/III/2018/POLDA LAMPUNG/RES LAMUT tanggal 30 maret 2018. (*)