Diacuhkan BNI, Nasabah Lapor ke Polresta Bandar Lampung

0
301

Bandar Lampung, buanainformasi.com – Salah seorang nasabah BNI mengeluhkan pelayanan yang diberikan Bank Negara Indonesia (BNI). Sebab tidakbersikap profesional atas aduan yang dialaminya.

Wawa Prima Lince yang bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandarlampung, (35) melaporkan kasus penipuan rekening bodong atas nama Andre Gusprahmana. Kasus ini tengah ditangani Polresta Bandarlampung.

Wawa menerangkan kasus penipuan rekening bodong itu dialaminya pada Rabu (27/12/2018) sekira pukul 10.28 WIB. Dia mengaku telah ditipu oleh seorang bernama Andre Gusprahmana selaku pemilik rekening BNI dengan nomor 0617840882.

Kala itu, Wawa telah mentransfer uang sebesar Rp7 juta untuk pembayaran satu unit handphone (HP) yang dibelinya dari Andre Gusprahmana. Setelah uang ditransfer, HP tak kunjung tiba.

Warga Perum Palmyra Residence, Sepangjaya, Labuhanratu, itu telah melaporkan penipuan tersebut ke Polresta dengan nomor laporan: TBL/B-1/7714/XII/2017/LPG/SPKT/RESTA BALAM tertanggal 27 Desember 2017.

“Saya sudah laporan terkait penipuannya ke Polresta. Tapi yang saya sayangkan sikap BNI dalam melayani konsumen, namanya bank kan harusnya melayani dengan baik, tapi ini diacuhkan, makanya saya coba mencari sendiri keterkaitan antara rekening atas nama Andre Gusprahmana dengan BNI,” kata mantan karateka putri Lampung ini seperti yang dilansir rilis.id di Mapolresta Bandarlampung, Senin (19/2/2018).

 

Wawa menyesalkan BNI telah lalai menyeleksi nasabahnya sendiri. Sebab, menurutnya, nama Andre Gusprahmana sesuai data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bandarlampung merupakan kelahiran tahun 1998.

“Sedangkan BNI menerima rekening tersebut sudah sekitar 5 tahun lalu. Jika memang Andre 5 tahun lalu membuat rekeningnya, berarti kan umurnya sekitar 15 tahun. Nah kok BNI menerima nasabah itu tanpa melampirkan kartu keluarga (KK), kan umur 15 tahun belum dapat KTP,” ungkapnya.

“Aneh ini menurut saya. Saya udah mengecek di internet, ternyata rekening atas nama Andre Gusprahmana ini sudah melakukan penipuan di Pekanbaru. Tapi kok dari pihak BNI tidak memblokir rekeningnya. Kalau tidak mau memblokirnya bisa diindikasikan BNI memelihara rekening penipuan,” sambungnya.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung membenarkan telah mendapat laporan terkait dugaan penipuan online melalui BBM (BlackBerry Messenger). Jajarannya tengah menyelidiki kasus tersebut.

“Kami juga akan panggil pihak BNI-nya, kenapa mereka (BNI) tidak memblokir rekening tersebut, apalagi ini ada dua lokasi (Pekanbaru dan Bandarlampung) dengan modus yang sama dikirim ke rekening yang sama juga,” katanya.(*)