Demi Keluarga Aku Rela Reinkarnasi Jati Diriku

0
783

Bandar Lampung, buana informasi.com-Pengamen, istilah ini tidak asing di telinga. Setiap orang pasti pernah berjumpa dengan “seniman jalanan” ini. Apalagi setelah krisis ekonomi mengguncang negeri kita. Pengamen lepas dari sisi positif maupun negatifnya menyediakan alternatif profesi informal di tengah beratnya kehidupan di tanah air.Profesi ini memberikan jalan pintas bagi siapa saja yang ingin mencari uang tetapi “terkalahkan” oleh tingginya angka pengangguran. (7/10/2015)

Andri Eka Setiawan (AAN (35) Ayah dari tiga Anak, Warga Tanjung karang, Bandar Lampung, yang berprofesi sebagai seniman jalanan, demi mencukupi kebutuhan keluarganya dia rela mengamen di sebuah CAFE, di Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung. Deru semilir angin malam mengiringi alunnan lagu yang ia senandungkan, mehibur para pengujung,

Aan mengatakan, ia kerap menghibur pengunjung Cafe pada hari kamis malam dan sabtu malam, dari Pukul 19:30 sampai Pukul: 00:30 malam, dengan upah yang hanya seadanya. “saya biasanya ngamen kamis malem sama sabtu malem, kalo gaji biasanya cuman seratus ribu skali ngamen.”Paparnya

Dahulu sebelum mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengamen, ia berkerja sebagai sales disebuah ekspedisi di Bandar Lampung, miris memang, namun hal itu harus ia jalani demi kehidupan keluarganya.

Untuk mencukupi biaya kehidupannya sehari-hari bersama istri dan ke tiga anaknya, Aan pun mencari uang dengan berkerja sebagai driver di salah satu prusahaan swasta di bandar lampung, sudah 2 tahun aan menjalani perkerjaan sbagai driver,  “kalau siang saya kerja jadi driver di salah satu prusahaan swasta di bandar lampung, ya lumayan buat Nambah-nambah penghasilan nyekolahin anak ”, tambahnya.

Aan, berharap agar pengamen  tidak dikucilkan dari masyarakat dan tidak di pandandang buruk, serta adanya perhatian dari pemerintah kepada pengamen-pengamen jalanan.(Sis)