Cegah Faham Radikalisme, Polres Lamteng Gelar Focus Group Discussion

0
298

Lampung Tengah, buanainformasi.com – Polres Lampung Tengah dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif serta mencegah faham Radikalisme di wilayah hukum Polres Lampung Tengah, polres Lampung Tengah mengadakan kegiatan focus group discussion dalam rangka Mencegah faham radikalisme Diwilayah hukum Polres lampung Tengah yang dilaksanakan di Aula Atmani Wedhana Polres Lampung Tengah, kamis (27/07/2017) Pukul 09.30 Wib.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolres Lampung Tengah AKBP Purwanto Puji Sutan, S.Ik. MH, Waka Polres Kompol Iedwan Mahfi, SH didampingi oleh Kasi Intel Kodim 0411 Lampung Tengah Kapten Suprobo, Dari Kesbang Pol yang diwakili oleh Kabid penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Sdra Rudi Amirudin, SE, Ketua MUI Lampung Tengah Hi, R Mutawalli dan Kasat Binmas Akp Yaya Karyadi, S.Ag, M.Si sebagai narasumber.

Para peserta yang hadir diantaranya Perwira Polres Lampung Tengah, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Polsek jajaran Polres Lampung Tengah serta unsur masyarakat diantaranya Tokoh adat, Tokoh Pemuda dan Tokoh agama berjumlah kurang lebih + 120 Orang,

Pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan Sprint Kapolri yang diawaki oleh ketua Tim Divisi Humas Mabes Polri dengan Ketua Tim Kombes Pol Drs. Martinus Sitompul, M, Si ( Kabagpenum Divhumas) beserta Tim Divisi Humas mabes Polri dalam rangka melaksanakan peliputan dan publikasi kegiatan kewilayahan dalam mencegah faham radikalisme diwilayah hukum polres Lampung Tengah.

Kegiatan Focus Group Discussion, yang mengusung Tema ”Mencegah Faham Radikalisme dengan semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa “, diisi oleh Narasumber dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para peserta sebanyak 6 orang terdiri dari Gerakan Pemuda Ansor lampung Tengah, Sekretaris PC NU Lampung Tengah, Wakil Ketua Muhamaddiyah, Tokoh Katholik Lampung Tengah, tokoh masyarakat Kec seputih Banyak, dan gerakan Pemuda Ansor yang inti mengapresiasi kegiatan ini agar dapat berjalan berkesinambungan, bersama – sama memupuk rasa kebangsaan demi utuhnya NKRI, serta selalau melakukan pengawasan terhadap kegiatan – kegiatan Agama dan pendirian rumah – rumah Ibadah yang bersifat Radikal.(*/H)