Cara WNA Melenggang Bebas Tinggal di Indonesia

0
501

imigrasi-depok-merilis-wna-yang-salahi-izin_663_382Buanainformasi.com – Dua hari menggeber Operasi Bumi Pura Wira Wibawa, Imigrasi Depok mengklaim telah berhasil mengamankan sebanyak 80 warga negara asing (WNA) yang diduga bermasalah lantaran tak dilengkapi izin dan dokumen resmi.

Kepala Imigrasi Depok, Dudi Iskandar, mengungkapkan, angka ini bertambah menyusul ditemukannya sejumlah WNA asal Afganistan, Iran, Filipina dan Inggris yang kedapatan tengah berkeliaran di pusat perbelanjaan (mal).

“Angka paling banyak yakni Ethiopia dengan jumlah 56 orang. Mereka tidak memiliki dokumen resmi. Sisanya dari Afganistan 7 orang, Filipina 3 orang, Jepang 1 orang, Inggris 1 orang, Iran 1 orang, Kamboja 1 orang dengan demikian total 70 ditambah hari Senin 10 orang itu artinya selama dua hari operasi kami sudah mengamankan 80 WNA yang diduga bermasalah,” jelas Dudi pada VIVA.co.id, Kamis, 7 Mei 2015.

Dia mengungkapkan, modus para WNA ini ialah dengan bermukim ke wilayah perkampungan, menyatu dengan warga yang berada di pinggiran kota. Beberapa dari mereka diketahui telah berada di Depok selama tiga tahun. Umumnya, para warga negara asing ini memilih tinggal di kontrakan dan kamar kos.

“Bahkan ada juga WNA yang anaknya sudah bersekolah di sini. Nah ini yang kami warning, untuk diselidiki lebih jauh siapa yang memasukkan atau membawa mereka. Seperti yang kita periksa tadi, padahal kebanyakan dari mereka (WNA) asal Ethiopia tidak memiliki dokumen yang sah,” ujarnya.

Dari sekian banyak imigran yang diamankan, Dudi mengaku akan mendalami 6 pria WNA yang berasal dari Jepang, Filipina dan Kamboja. Terkait hal ini, pihak Imigrasi pun berharap Pemerintah Kota Depok ikut berperan aktif dalam melakukan pengawasan.

“Mereka kami amankan dari dalam sebuah rumah kontrakan. Beberapa di antaranya ada yang sedang ngeprint, ada yang main komputer dan ada yang tengah bersembunyi di dalam kamar. Ini yang kami curigai, mereka sedang melakukan aktivitas apa? Mereka juga kami temukan tengah menyiapkan brosur berisi ajakan. Yang jelas akan kami dalami kami tidak bisa memberikan keterangan terlalu jauh,” kata Dudi. (sumber : Viva.co.id)