Buruknya Pelayanan PLN Lampung Menuai Aksi 1000 Lilin

0
667

Dikirim oleh Buana Informasi.com pada 18 Maret 2016

Bandar Lampung, buanainformasi.com-Ribuan warga Kota Bandar Lampung berkumpul di pelataran Tugu Adipura pusat kota, menggelar aksi menyalakan 1.000 lilin untuk memprotes pemadaman aliran listrik PT. PLN. Acara yang digagas oleh YLKI, LBH Bandar Lampung, AJI Bandar Lampung, Walhi Lampung dan sejumlah ormas serta organisasi mahasiswa ini bermaksud untuk menyuarakan keprihatinan terhadap persoalan listrik di Lampung.

Dalam orasinya, Subadra Yani Muersalin  Ketua YLKI  Provinsi Lampung menyatakan, seringnya pemadaman listrik mengakibatkan banyak kerugian yang dialami masyarakat. “Dengan matinya listrik semua terhambat. Semua peralatan elektronik rusak, pekerjaan pengusaha terhambat, wartawan gak bisa ngetik.” ujar Alian di depan ribuan warga yang memadati Tugu Adipura Kamis malam.Jum’at (18/3/2016).

Mereka bersepakat mendorong adanya aksi bersama menuntut supaya listrik segera normal dan jangan ada lagi pemadaman secara bergilir, karena hanya menyusahkan masyarakat dan berdampak buruk bagi semua pihak.

Provinsi Lampung mengalami kekurangan daya listrik mencapai 130 MW, sedangkan Sumatera Selatan kelebihan 436 MW. PT PLN sejak 9 tahun yang lalu mulai membangun jalur interkoneksi untuk mengalirkan kelebihan daya listrik Sumatera Selatan ke Lampung. Namun pembangunan itu berhenti pada ruas Menggala-Seputih Banyak karena tidak diizinkan melintasi areal perkebunan salah satu perusahaan. Padahal hanya diperlukan 87 tower lagi untuk mengakhiri krisis listrik yang selama ini dialami Lampung.

Karena itu, penggagas acara aksi menyalakan 1.000 lilin itu mengajak bersama-sama berjuang menyampaikan sikap, agar pemerintah, PLN, dan perusahaan pemilik lahan perkebunan itu segera melanjutkan pembangunan jalur transmisi interkoneksi Menggala-Seputih Banyak, sehingga mengakhiri kondisi mati lampu berkali-kali setiap hari yang telah Bertahun-tahun dialami warga Lampung.Tegas Subadra Ketua YLKI.

Selain aksi itu, belum lama ini juga disebarkan penandatanganan petisi yang mempertanyakan kinerja PT. PLN Lampung dan sudah berjalan di kampus-kampus se-Lampung serta berbagai kalangan lainnya.

Kamis siang tadi, sejumlah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Lampung juga menggelar aksi demo di depan kantor PT. PLN Distribusi Lampung di kawasan Rajabasa Bandar Lampung, antara lain untuk memprotes pemadaman bergilir dan mempertanyakan kinerja manajemen PT. PLN Lampung dalam mengatasi permasalahan defisit daya listrik di daerah ini.

Sebelumnya, manajemen PT. PLN Distribusi Lampung sudah menggelar pertemuan dengan kalangan wartawan, untuk menjelaskan kondisi kelistrikan di Lampung yang masih terus mengalami defisit daya listrik, dan diperkirakan baru akan dapat teratasi pada Juli 2017 mendatang.

Hal senada, dikatakan Mahasiswa Teknokrat, Anisa Mauminah, dengan adanya aksi ini agar PLN mengerti dengan keluhan yang ada pada masyarakat “ Semoga PLN Peka, kalo sering mati lampu kami susah ngerjain tugas dari kampus” Ujarnya semabari memegang lilin yang tengah hidup.(Ade)