Bupati Dendi Serahkan 25 Ribu Bibit Kakao Untuk Petani di Pesawaran

0
401

Pesawaran, BITV – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, menyerahkan 25 ribu bibit kakao

kepada para petani di  4 desa yang ada di 3 kecamatan di wilayah Pesawaran hibah dari PTPN 7 Wayberulu, di Balai Desa Wiyono Kecamatan Gedongtataan, Kamis (17/1).

Dimana diketahui 4 Desa yang mendapatkan bantuan tersebut yakni Desa Kubu Batu Kecamatan Wayrilau sebanyak 10 ribu batang, Desa Banjaran Kecamatan Padang Cermin sebanyak 5000 batang serta Desa Caringin Sari dan Desa Mulyo Sari Kecamatan Wayratai yang masing-masing desa juga mendapatkan 5000 batang.

“Bantuan ini adalah hibah dari PTPN 7 Wayberulu untuk 4 desa yang ada di 3 kecamatan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesawaran, Anca Martha.

Anca menerangkan bahwa, bibit yang diberikan adalah varietas unggul. “Jenis bibit yang diberikan ini hybrida F1 yang memang masih dalam tahap pengembangan PTP, makanya saya minta setelah ini bibit yang diberikan langsung ditanam, sebab melihat saat ini sedang musim penghujan,”ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengapresiasi adanya penyerahan bantuan bibit kakao ini. Apalagi ini sebagai bentuk untuk pola rehabilitasi tanaman kakao ditengah para petani kakao Pesawaran.

“Akan tetapi saya minta bantuan ini jangan hanya dibiarkan begitu saja. Untuk dinas terkait sebaik berikan pengawasan,” ungkapnya.

Menurutnya, meski terbilang stabil namun produksi kakao Pesawaran perlu dilakukan peremajaan.

“Memang tanaman kakao ini butuh peremajaan dan harus ada teknologi tepat guna baru, agar hasilnya berkualitas dan kuantitasnya pun bertambah, apalagi saat ini cuaca tidak menentu banyak penyakit, makanya tanaman kakao ini kita coba untuk intensifikasi, dan hasil kakao kita sejauh ini masih masuk ambang batas ini terlihat pada tahun 2018, produksi kakao kita sebanyak 30 ribu ton,” ujarnya.

Dendi menambahkan bahwa, dirinya juga sangat ingin tanaman kakao menjadi komoditi di Kabupaten Pesawaran.

“Memang niat saya ini bagaimana kakao jadi komoditi, karena kalau tidak kita sentuh kakao ini bisa punah, karena akan diganti oleh petani kepada tanaman yang lebih menguntungkan,” tambahnya.

Dijelaskannya, Pemerintah juga masih akan berupaya untuk menjaga kestabilan harga kakao ditengah petani.

“Kita juga sekarang sudah punya Perusahaan Daerah, yang bertujuan untuk memproteksi harga kakao, tapi memang saya masih mencari sistem agar Petani kakao bisa tambah sejahtera.” jelasnya. (*)