Brigjen Ike Edwin: Beri Kami Waktu Satu minggu Mengungkap Kasus Dwiki

0
835

Bandar Lampung, buanainformasi.com-Kapolda Lampung Brigadir Jendral (Brigjen) Ike Edwin kembali membuka kantor di tengah-tengah masyarakat,tepatnya di halaman Terminal Rajabasa (10/3).Jumat (11/3/2016).

Kantor yang dibuka Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin di Terminal Rajabasa ini,Sempat diwarnai isak tangis Dari Jumiati (45) ibu korban pembunuhan sadis, dengan 107 tusukan ditubuh almarhum Dwiki Dwi Sopyan (16).

Saat bertemu langsung dengan Kapolda Brigjen Ike Edwin, Jumiati menceritakan perkara pembunuhan terhadap anaknya Dwiki, siswa SMKN 2 Bandar Lampung pada Sabtu dini hari yang telah hilang, dan mendapati jasad anaknya  ditemukan  pada hari Senin 7/3/2016 sore di kebun Jalan Raden Imba Kusuma, Kelurahan  Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Selatan Bandar Lampung.

Jumiati (45), ibu almarhum Dwiki Dwi Sopyan (16), pingsan usai mengutarakan isihatinya kepada Kapolda Lampung Brigadir Jenderal (Brigjen) Ike Edwin, di halaman terminal Rajabasa tempat Kapolda membuka program kerja di luar kantor.

“Kami sekeluarga berharap agar pelaku dapat merasakan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya, supaya tidak ada lagi yang menjadi korban seperti Dwiki – Dwiki lainnya,.” ungkap Jumiati di hadapan Kapolda Lampung sembari menangis histeris.

Menanggapi hal ini, Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin menyampaikan, dirinya siap menindak tegas segala macam tindak kejahatan dengan memaksimalkan kinerja dari para anggotanya.

“Saya akan memberi tindakan tegas beri kami waktu satu minggu, agar secepatnya bisa menyelasaikan perkara ini, dan saya turut berduka cita dengan kejadian ini.” Ujar Kapolda Lampung.

Sementara, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Dery Agung Wijaya  menjelaskan, petugas telah melakukan penangkapan terhadap para tersangka terkait perkara ini. Namun, tersangka utama Krisna (DPO) telah melarikan diri, dan sekarang masih dalam penyelidikan dan pengembangan.“Kami sudah menangkap para tersangka dan kami masih melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap tersangka utama.” Pungkasnya.(Ade)