BPN Prabowo-Sandi Laporkan Kompas.com dan Metro TV Dilaporkan ke Dewan Pers

0
183

Jakarta, BITV – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno melaporkan pemberitaan Metro TV dan Kompas.com ke Dewan Pers, Selasa, (22/1/2019).

Anggota BPN dan Advokasi Prabowo-Sandi Hanafi Fajri menyebutkan, yang dilaporkan adalah pemberitaan tentang ucapan Prabowo dalam debat capres pada Kamis, 17 Februari 2019, yang menyebut Jawa Tengah lebih besar dari Malaysia.

Terhadap peristiwa itu, Kompas.com memberitakan atau menurunkan artikel dengan judul CEK FAKTA: Prabowo Sebut Jawa Tengah Lebih Luas dari Malaysia.

Sedangkan Metro TV dilaporkan atas tayangannya dalam Metro Pagi Primtime dengan tajuk Prabowo: Jateng Lebih Luas dari Malaysia.

Hanfi mengatakan ada salah pengertian dalam kedua berita itu. Menurutnya, Prabowo tidak pernah menyebut luas, tetapi besar. Artinya bukan merujuk pada luas wilayah, melainkan besarnya penduduk.

“Jumlah besar penduduknya. Kecuali bicara luas,” ujar Hanfi setelah melapor pada Dewan Pers, di Jalan Kebon Sirih, Jakarta.

Kompas.com menurunkan artikel CEK FAKTA selama debat perdana pada 17 Januari lalu berlangsung untuk mencocokan ucapan dalam debat dengan data yang ada. Kompas dalam beritanya membandingkan luas wilayah Jawa Tengah dan luas Malaysia. Begitu pula dengan Metro TV.

Namun menurut Hanfi –seperti diberitakan media siber tempo, kedua media itu tidak melakukan cek silang pada BPN apakah yang dimaksud dari perkataan Prabowo.

Ia menuding kedua berita itu merupakan asumsi bukan berdasarkan fakta.

“Kompas.com dan Metro TV ini menyimpulkan sendiri, tidak di-crosscheck kepada narasumbernya,” ucap Hanfi. (*)