Beraksi 50 Kali, Begal Cilik Ini Akhirnya Keok

0
569

Buanainformasi.com – Tim Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, membekuk komplotan begal motor asal Lampung.

Para begal ini masih berusia muda dan sudah beraksi di 50 tempat di Jakarta Selatan. Dua kelompok itu adalah kelompok Erwin (20) dan Safrin Effendi (20) alias Mail. Keduanya berasal dari Jabung, Lampung Timur.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, mengatakan banyak kelompok penjahat yang terus beregenerasi di Jakarta.

“Kami sudah petakan itu, dan memang banyak. Jadi memang ada itu kelompok baru yang terbentuk setelah memisahkan diri dengan kelompok lamanya. Jadi memang beregenerasi dan mempunyai umur yang lebih muda,” ujar Krishna, Kamis 28 Mei 2015.

Sebelumnya, kelompok begal Erwin dan Safrin ikut dalam kelompok begal yang dipimpin Zakaria, begal senior asal Jabung, Lampung Timur. Mereka dibawa oleh Zakaria sejak tahun 2014 lalu ke Jakarta dan mulai diajari berbagai aksi kejahatan bersama kelompok Zakaria.

Namun, kelompok Zakaria diringkus beberapa waktu lalu. Bahkan, Zakaria ditembak mati oleh polisi dalam sebuah kontak tembak di rumah kontrakan di Tamansari, Jakarta Barat pada Jumat 24 Mei 2015 lalu.

Rupanya, saat itu Erwin dan Safrin lolos dari tangkapan polisi. Keduanya kemudian memisahkan diri dan masing-masing membentuk kelompok baru begal baru.

Mereka sama-sama merekrut orang yang usianya lebih muda. Lalu dijadikan anak buahnya, sementara keduanya berlaku sebagai ‘Kapten’.  Erwin memiliki tiga anak buah. Sedangkan Safrin punya enam anak buah.

Sejak April sampai Mei 2015, kelompok Erwin menggasak 30 motor di 30 lokasi di wilayah Jakarta Selatan dan Depok. Sedangkan kelompok Safrin menggasak 20 motor di 20 lokasi di Depok dan Tangerang.

Kepala Subdit Reserse mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto, mengatakan para tersangka yang rata-rata masih di bawah umur ini merupakan generasi muda dari kelompok Zakaria.

“Zakaria merupakan pentolannya yang mengkader kelompok ini. Zakaria sudah ditangkap dan ditembak mati saat disergap di Tamasari, Jakarta Barat, beberapa minggu lalu,” ujar Didik.

Ia menambahkan pihaknya sudah mengamankan dua kelompok ini saat kelompok Zakaria ditangkap. Namun saat itu dilepas, karena belum melakukan kejahatan. “Mereka baru satu bulan kerja,” kata Didik.

Dalam kesempatan terpisah, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Handik Zusen, mengatakan ‎para tersangka dibina oleh Zakaria lalu diberikan pelatihan untuk mencuri motor.

“Mereka sudah diajari dulu sama Zakaria ini sebelum dilepas ke lapangan,” tuturnya.

Dari dua komplotan ini, polisi menyita 7 unit motor, sejumlah kunci leter T, kunci leter L dan kunci duplikat serta sejuumlah handphone.(Sumber : Viva.co.id)