Bayi Penderita Penyakit Hernia Diafragma Asal Tubaba Butuh Uluran Tangan

0
367

Tulang Bawang Barat, buanainformasi.com – Malang nasib yang di alami Ana Nurfadillah, bayi yang baru berusia dua bulan tersebut mengidap penyakit Hernia Diafragma yang harus membuatnya terbaring di RSUD Tubaba mengunakan alat bantu oksigen untuk bernapas.

Anak kedua dari pasangan Heru Cahyono (33) dan lensi wardowi (29) Warga Tiyuh dwikora jaya, kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat itu, kondisinya sangat memperihatinkan.

Dikatakan Ulfi (29) salah satu kerabat pasien menerangkan Nurfadilah mengalami penyakit susah untuk bernapas (Hernia Diafragma) sehingga pasien harus menggunakan alat bantu oksigen. Sedangkan menurut keterangan Dokter bayi ini terkena hernia diafragma atau ada kebocoran.

 

“Jadi kalau untuk bernapas itu kaya lambung atau apa gitu naik ke atas terus nutup saluran pernapasan sehingga pasien harus menggunakan alat bantu oksigen,” jelas Ulfi, Sabtu (31/3).

Mengingat keluarga pasien tergolong keluarga kurang mampu, maka dari itu dirinya mengharapkan kepada pihak-pihak donatur atau pun Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba dapat membantu keluarga pasien untuk dapat melanjutkan pengobatan bayi tersebut.

Sementara itu, Direktur RSUD Tubaba Dr. Pramono Satrio Wibowo membenarkan bahwa pasien atas nama Ana Nurfadillah sudah sepekan dirawat di RSUD guna mendapatkan perawatan yang maksimal dan sebaik mungkin.

Mengingat pihak keluarga tidak memiliki biaya perobatan selama dirawat di Rs Mutiara Bunda, pihak RSUD mengambil pasien dari Mutiara Bunda untuk melanjutkan perawatan RSUD Tubaba tampa dipungut biaya apa pun.

“Ya, saat ini pihak RSUD Tubaba melakukan perawatan maksimal terhadap pasien. Berdasarkan keterangan dokter Mutiara Bunda, pasien di diagnosa ada celah di rongga dada yang membatasi antara dada dan perut sehingga usus naik ke paru-paru mensesak paru dan jantung saat bernapas (Hernia Diafragma),” jelas Pramono.

Sementara ini, lanjut Pramono, pasien kita rawat secara umum di dokter anak RSUD Tubaba agar bisa kita kontrol setiap waktu, karena tidak mugkin dibiarkan dirumah pasien. Hal ini sembari menunggu proses BPJS lengkap. Ketika BPJS sudah bisa digunakan maka pasien ini akan segera kita rujuk ke salah satu Rs di Bandar Lampung.

Terkait penyakitnya sendiri, pihak RSUD Tubaba belum bisa memastikan apakah itu penyakit Hernia Diafragma atau bukan, karena untuk memastikannya kita perlu Ct Scan Thorak.

“Namun yang pasti saat ini pihak RSUD terus melakukan penanganan dan pengobatan semaksimal mungkin untuk kesembuhan pasien walaupun harus mencari obat di luar kabupaten,” Ungkapnya.(*)