Baru Sekitar 1,5 Bulan Diresmikan, Beton Penyangga Flyover Pramuka Retak dan Patah

0
308

Bandar Lampung, buanainformasi.com – Baru sekitar 1,5 bulan diresmikan, flyover Pramuka di Kecamatan Rajabasa Kota Bandarlampung sudah mengalami kerusakan.

Dilansir dari rilislampung.id , setidaknya ada 1 titik beton penyangga yang patah dan 1 titik lainnya retak.
Keduanya merupakan plat beton penyangga lantai flyover berukuran 1×1 meter berbentuk segi empat. Plat pertama patah, dan posisi plat agak turun. Sedangkan titik kedua mengalami keretakan.

Forum Lalulintas Provinsi Lampung langsung turun ke lokasi guna memantau retakan tersebut.Pengamat Transportasi Dwi Harianto dari Unila, mengatakan, keretakan tersebut memang belum berpengaruh signifikan terhadap flyover tersebut. Namun jika tidak cepat diperbaiki, akan berpengaruh signifikan terhadap tulang penyangga.

“Harus segera diganti, kalau dibiarin nanti tulang penyangga malah bisa retak, dan itu malah berbahaya,” ujarnya saat ditemui di lokasi ketika memonitor retakan tersebut, Selasa (13/3).

Menurut Dwi, plat kurangnya fungsi kontrol pada pengerjaan jembatan layang tersebut, menjadi penyebab bahan baku (plat) flyover mudah retak. Pengerjaan flyover juga diindikasi dilakukan secara terburu-buru dan mengabaikan kualitas.

“Ya platnya itu kan beli di luar, sama kontraktor, nah monitoringnya kurang kuat, sehingga kualitasnya enggak bagus,” kata Dwi.

Selanjutnya, lokasi flyover juga didatangi Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Lampung AKBP Junaidi dengan didampingi Kasat Lantas Polresta Bandarlampung Kompol M. Syauzar Nanda Mega guna mengecek langsung terhadap adanya patahan salah satu beton penyangga flyover itu.

 

“Ya jelas ini berbahaya, kita akan segera himbau masyarakat, kalau untuk saat ini kita akan segera berkordinasi dengan pihak Dishub untuk melakukan perhitungan terkait tekanan tonase yang dapat melintas diatas flyover ini,” jelas Junaidi.

Terpisah salah seorang pedagang kaki lima di bawah flyover tersebut Sri Murni (37) mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya retakan tersebut yang berada tepat diatas atap warungnya.

“Saya enggak tau, baru dagang 5 hari disini ya takut juga kalau ini roboh bahaya,” ujarnya.(*)