Baristand Industri Lampung Tinjau Pabrik Payan Mas

0
975

Lampung Utara (Lampura), buanainformasi.com-Balai Riset Dan Standardisasi (Baristand) Industri Provinsi Lampung, melakukan kunjungan ke pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Payan Mas milik Perusahaan Daerah (PD) Lampura Niaga, untuk mengecek kelayakan pabrik guna syarat pengurusan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).Kamis (14/01/2016).

Kepala Balai Riset Dan Standardisasi (Baristand)Industri, Provinsi Lampung, Agus Kuntoro diwakili Kasi Standarisasi dan sertifikasi, Samdian menerangkan, kedatangan pihaknya ke Pabrik AMDK Payan Mas, milik PD Lampura Niaga, Lampura, guna mengecek kelayakan pabrik, “Layaknya sebuah pabrik merupakan salah satu syarat utama dalam pengurusan sertifikasi SNI.” Ujanya.

Berdasarkan pengecekan secara kasat mata, kata dia, pabrik AMDK Payan Mas telah memenuhi standar syarat dalam hal pengurusan Sertifikasi SNI. Namun, untuk hasil yang sebenarnya terlebih dahulu akan diuji di lap Baristand Industri. “Setelah diuji, baru kita tau apakan hasih produksi telah layak ataukah belum.” kata dia.

Ditambahkannya, jika segala persyaratan sertifikasi SNI telah terpenuhi maka pengurusannya akan cepat terselesaikan. “Jika persyaratan telah lengkap, maka dalam jangka waktu 35 hari sertifikasinya akan terselesaikan.” tutupnya.

Sementara itu Direktur Utama, Lampura Niaga, Lampura, Suheri menjelaskan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengurusan sertifikasi SNI. “Saat ini, kita sedang memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan.” jelasnya.

Berdasarkan peninjauan dari Baristand Industri, Provinsi Lampung, lanjut dia, ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan saran tersebut akan sesegera digiatkan oleh pihaknya.

Pengurusan sertifikasi SNI tersebut, tambah dia, dilakukan atas dasar intruksi dari Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara dan ditargetkan sertifikasi itu akan terselesaikan ditahun ini. “Kami yakin, dengan kerja keras yang kami lakukan maka sertifikasi SNI itu dalam waktu dekat ini akan terselesaikan,” tutupnya. (C/Basri)