Analis Klaim Saatnya Beli Obligasi dan Saham Rusia

0
433

pesawat-tempur-rusia-terbang-di-atas-kremlin_663_382Buanainformasi.com – Ekonomi Rusia saat ini berada pada kondisi yang sangat buruk. Harga minyak dunia yang menjadi ketergantungan utama ekonomi Rusia anjlok.

Dikutip dari CNN News, Rabu 1 April 2015, hal ini menyebabkan ekonomi Rusia terus jatuh lebih dalam. Tak hanya itu, Rusia kini tengah menghadapi sanksi ekonomi dari negara-negara Barat terkait konflik Rusia dengan Ukraina.

Akibatnya, pasar saham, mata uang, dan obligasi Rusia terpental lebih dalam. Namun, sebagian investor berpendapat, justru hal tersebut menjadi momen yang tepat untuk membeli saham dan obligasi Rusia.

Setahun kemarin, nilai mata uang Rusia, rubel terhadap dolar Amerika Serikat jatuh lebih dari separuh nilai. Mata uang rubel mulai menguat sejak awal 2015 sekitar 4 persen karena beberapa kali harga minyak dunia mulai menguat.

Kenaikan harga minyak dunia sangat menguntungkan bagi perekonomian Rusia, karena ekonomi negara ini sangat bergantung dengan minyak.

Imbal hasil obligasi pemerintah Rusia bertenor 10 tahun juga turun menjadi 11,5 persen dari 13,5 persen pada awal 2015.

David Haufer, analis bank, mengatakan bahwa baru-baru ini sebagian investor lebih memilih untuk membeli obligasi pemerintah Rusia dibandingkan obligasi pemerintah Eropa Timur, Timur Tengah, atau Afrika.

Sejak awal tahun, pasar saham Rusia juga bergerak rally lebih dari 14 persen, karena besarnya arus modal asing yang masuk.

Menurut salah satu surat kabar Rusia, EPRF Global, dalam sepekan hingga 25 Maret 2015, pasar saham Rusia mendapatkan aliran modal asing masuk hingga US$6,6 juta.

Angka itu mungkin dianggap terlalu kecil, tetapi berimbas positif bagi kepercayaan diri pasar saham Rusia. Sebab, pekan sebelumnya pasar saham Rusia jatuh karena kehilangan modal asing keluar hingga US$57,7 juta.

“Rusia adalah negara dengan ekonomi besar, sebagian investor optimistis ekonomi Rusia bisa pulih kembali,” tuturnya. (sumber : Viva.co.id)