Akhir Tragis Pencarian Angeline

0
574

bocah-8-tahun-yang-hilang-di-bali--angelina-_663_382Buanainformasi.com– Aroma busuk mencekat di kediaman Margareth. Bau kotoran ayam bercampur aroma tak sedap lain menyeruak di rumah yang beralamatkan di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali ini.

Siang itu, Rabu 10 Juni 2015, puluhan polisi terlihat berjaga di rumah milik ibu angkat Angeline tersebut. Polisi menelisik ada sesuatu yang ditutupi di balik aroma tak sedap tersebut.

Bukan apa, di belakang rumah tempat tinggal bocah delapan tahun itu, ada gundukan tanah tak beraturan yang cukup janggal. Di atasnya dipenuhi sampah, namun mengeluarkan bau busuk yang aneh.

Kecurigaan itu kemudian menuntun kepolisian setempat memaksa untuk membongkar tanah tersebut. Hasilnya benar-benar mengejutkan, dalam lubang sedalam 1,5 meter itu ditemukan sesosok jasad mungil berbalut kain.

“Di dalam bungkusan itu ada mayat Angeline bersama bonekanya. Di dalam juga ada tali plastik, yang kami belum tahu, tali itu fungsinya untuk apa,” ujar Kapolda Bali Inspektur Jenderal Ronny F Sompie, Rabu 10 Juni 2015. (Baca: Saat Terkubur Angeline Peluk Boneka Kesayangan)

Penemuan itu sontak mengejutkan. Buncah tangis pun serentak membuat gaduh. Sejumlah guru bocah kelas tiga sekolah dasar yang memang sudah berkumpul di depan rumah Angeline pun langsung histeris.

Tangis sedih pun makin menjadi saat polisi menggotong kantong jenazah yang beirisi jasad Angeline. “Jasadnya sudah membusuk,” ujar Ronny.

Kejanggalan-kejanggalan
Kematian Angeline, memang mengejutkan banyak pihak. Maklum, sejak dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015, sosoknya langsung populer karena sejumlah media ramai memberitakan kehilangannya.

Jauh sebelum Angeline ditemukan. Beberapa kejanggalan mencurigakan sempat mencuat di publik. Beberapa menyebutkan, ia diduga kerap disiksa dan dianiaya oleh keluarganya.

Dan beberapa lainnya menyebut memang ada yang hendak menculik bocah berparas manis tersebut.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, dalam kunjungannya di akhir Mei lalu, menyebutkan sejumlah dugaan mencurigakan di balik hilangnya Angeline.

Dari penelusurannya di SD Negeri 12 Sanur, tempat Angeline menuntut ilmu terungkap bila bocah malang ini kerap mendapatkan perlakuan tak wajar di rumahnya.

Diketahui, Angeline setiap ke sekolah selalu lusuh dan bau. Beberapa kali juga ditemukan Angeline dalam kondisi lemah, diduga karena konsumsi makannya yang tak teratur.

“(Bahkan) Pernah saat wali kelasnya memandikan Angeline karena anak itu sering bau. Ada memar-memar di badannya,” ujar Arist. (Baca: Wali Kelas: Sering Ada Memar di Tubuh Angeline)

Kejanggalan lain yang tak kalah mengejutkan adalah sikap tertutup dari keluarga Angeline. Arogansi Margareth yang menjadi ibu angkat dari bocah malang ini beberapa kali terumbar di publik.

Sebut saja saat kunjungan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Dengan lantang, ia bahkan mengancam membunuh siapa saja yang berani mengusik keluarganya.

Tak cuma itu, keluarga ini bahkan pernah menolak kehadiran dua menteri yang hadir berkunjung ke rumahnya. Sebut saja saat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, berkunjung ke rumah Angeline pada Jumat 5 Juni 2015.

Yuddy pun diusir oleh petugas keamanan agar menjauhi rumah itu. “Pak Menteri ini ada telepon dari kakaknya, katanya dilarang di depan rumah. Mohon di luar pagar,” ujar petugas satpam rumah Margareth. (Baca: Kunjungi Rumah Angeline, Menteri Yuddy Digonggongi Anjing)

Nasib serupa pun dialami oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanna Susana Yembise. Ia pun dipaksa gigit jari ketika hendak menelusur rumah milik orang tua angkat Angeline. (Baca: Datangi Rumah Angeline, Menteri Yohana Dicueki)

“Keluarga tak berkenan ditemui,” ujar kakak tiri Angeline, Christine, melalui Kepala Lingkungan Banjar Kepok Kori, Kesiman Denpasar, Ketut Stapa, Sabtu 6 Juni 2015. (Sumber : Viva.co.id)