Akhir Maret, Rupiah Betah di Level Rp13.000 per Dolar

0
530

proses-penghitungan-uang-di-bank_663_382Buanainformasi.com – Nilai tukar rupiah bergerak menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir bulan ini, Selasa 31 Maret 2015.

Rupiah hanya naik sebesar dua poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya Rp13.086 per dolar AS.

Berdasarkan pantauan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah tembus ke level Rp13.084 per dolar AS.

Tercatat, selama periode Januari hingga Maret 2015, maka level terlemah rupiah terjadi pada perdagangan 16 Maret lalu yang mencapai Rp13.237 per dolar AS.

Meski menguat, kondisi rupiah belum juga beranjak dari zona “merah” dengan masih betah di level Rp13.000 per dolar AS. Masih minimnya sentimen positif menjadi indikator bagi mata uang “Garuda” itu untuk terangkat signifikan.

Menurut Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, dengan kembali munculnya ketidakpastian di Yunani yang berimbas pada pelemahan euro hingga berbalik turunnya harga minyak mentah, mendorong dolar AS berkesempatan menguat.

Namun, dia melanjutkan, penguatan tipis ini lebih dipicu oleh optimisme para pelaku pasar terhadap rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang segera dirilis.

“Tetap waspada, rupiah masih berpotensi kembali melemah. Rilis data dalam negeri tersebut akan menentukan arah mata uang kita berikutnya,” katanya kepada VIVA.co.id.

Dengan kondisi demikian, dia pun memperkirakan bahwa rupiah masih belum jauh dari kisaran Rp13.071-13.092 per dolar AS. (sumber : Viva.co.id)