2 Lansia Rawajadi Harapkan Perhatian Pemerintah

0
486

Mansur Harapkan Bantuan Dari Pemerintah

Tanggamus, buanainformasi.com-Mansur (76) Kakek Jompo sebatangkara warga Pendukuhan Rawa Jadi Desa Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, sudah satu tahun tidak dapat berkerja karena beberapa penyakit yang dideritanya.

Pria paruh baya yang tinggal di sebuah gubuk berukuran 2×3 meter hanya hidup seorang diri setelah di tinggal sang istri satu tahun silam, tanpa satu pun garis keturunan. Mata rabun serta fisik yang sudah tidak prima membuat dirinya tidak mampu berbuat seperti kebanyakan orang lain. Aktivitasnya hanya duduk saja bahkan untuk makan sehari-harinya ia menunggu belas kasih dari warga sekitar.

Kondisi Mansur Kakek Jompo ini, kian hari semakin memprihatinkan kerena tidak dapat berobat terkendala tidak adanya uang untuk berobat. Sampai saat ini program berobat gratis yang digulirkan pemerintah belum menyentuh dirinya. Sebagaimana yang di utarakan oleh Mansur saat di wawancarai oleh tim liputan buanainformasi.com.

“Kalau bantuan saya cuma dapat dari BLT. Mata saya rabun sudah setahun setengah, parah-parahnya sudah setahun, dulu bisa kerja sekarang gak bisa, nyari sapu lidi pun gak bisa.”Ungkap jompo sebatangkara ini.

Mansur sangat berharap akan adanya bantuan kesehatan dari pemerintah dapat menyentuh dirinya, “Harapan saya ke pemerintah, minta dibantu karena abah gak bisa kerja lagi, abah sudah gak bisa usaha, mata abah sudah rabun.”Pintanya.

Sementara itu, di lain tempat Sarmanah (35) tetangga Mansur mengatakan, “saya membantu dia dengan ikhlas, karena dari kecil juga dia yang ngurus saya jadi udah saya anggap orang tua saya sendiri, kalau saya ada makanan ya saya kasih , kalau tidak ada ya namanya kita sama-sama nyari.”kata dia.

Sarmanah berharap pemerintah dapat membantu untuk pengobatan mata Mansur. “Harapan saya ya minta dibantu gitu, bagaimana layaknya, karena dia gak bisa usaha lagi, untuk berobat aja dia harus jual tanah ini dulu, dia cuma pengen matanya normal, biar bisa kerja lagi.”tutupnya. (Diaz/Asri)

Kunah, Nenek Jompo Pengrajin Sapu Lidi

Tanggamus, buanainformasi.com- Nenek Kunah (90), seorang jompo pengrajin sapu lidi yang hidup di bawah garis ekonomi sulit, ia tinggal bersama anak mantunya di sebuah rumah sederhana di Pendukuhan Rawa Jadi Desa Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Fisik yang tidak lagi muda serta kulit yang menua, seperti bukan suatu alasan untuk sang nenek menjadi pengrajin sapu lidi. Dalam satu hari nenek Kunah hanya mampu membuat 2 sampai 3 ikat sapu lidi atau senilai dengan 6ribu rupiah.

Sementara itu, anak dari nenek kunah adalah seorang pekerja buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak tetap dan terkadang tidak cukup biaya hidup mereka sehari-hari.

“Ya sehari paling 2-3 iket di jual nya dua ribuan, uang nya di pake beli cabe, bawang, uyah (garam).” Ucap lirih nenek 90 tahun itu.

Di tempat yang sama menantu Kunah, Unami (60) mengatakan, “kalo penghasilan suami sih saya kurang tau berapa sehari nya tapi terkadang buat sebulan kurang.”katadia.

Unami berharap, Pemerintah Kabupaten Tanggamus dapat memperhatikan rakyat-rakyat kecil seperti dirinya dan lansia (jompo) seperti nenek Kunah. (Asri)